Apa Saja Yang Menjadi Pro dan Kontra Rokok Elektronik?

“Merokok dapat membunuhmu”, Anda pasti sudah tidak asing dengan kalimat ini bukan?. Ini mengingatkan kita betapa berbahayanya merokok bagi kesehatan. Baik itu perokok aktif maupun perokok pasif keduanya dapat terkena dampak buruk akibat asap rokok untuk kesehatan.

Saya sendiri bukanlah perokok tapi sering sekali saya harus berada pada situasi dimana saya menjadi perokok pasif akibat menghirup asap rokok orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ini sungguh membuat saya merasa tidak nyaman.

Ini mengingatkan kita betapa pentingnya kesadaran mengenai masalah ini, terutama sangat berbahaya bagi anak-anak dan balita ketika berada di lingkungan tidak bebas asap rokok.

Bagi Anda yang telah kecanduan merokok tembakau, penting sekali untuk Anda sadari agar tidak merokok di tempat-tempat umum terutama dimana ada anak-anak disekitar Anda.

Dan kini telah hadir rokok elektronik yang dikabarkan dapat menggantikan rokok tembakau atau konvensional karena tidak memiliki dampak berbahaya seperti yang ditimbulkan oleh rokok konvensional.

Apakah rokok elektronik dapat menggantikan rokok konvensional?. Masalah ini masih menjadi berita yang simpang siur dengan beberapa pro dan kontra. Tapi dengan mengetahui manfaat dan kelemahannya akan dapat membantu Anda mengambil keputusan yang tepat.

Apa Saja Yang Menjadi Pro Dan Kontra Rokok Elektronik?

Pro :

Rokok Elektronik Mengurangi Paparan Asap Tembakau

Disinilah letak bahayanya rokok tembakau atau konvensional yaitu asap yang dihasilkan dari rokok tembakau dapat mencemari lingkungan dan berbahaya bagi orang-orang disekitarnya yang ikut menghirup asapnya atau disebut dengan perokok pasif.

Rokok elektronik mampu mengurangi paparan tembakau dan menurunkan produksi asap di lingkungan. Tahukah Anda, satu batang rokok mengandung lebih dari 4000 bahan kimia termasuk didalamnya 400 bahan kimia beracun yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan 43 senyawa karsinogenik.

Sementara itu rokok elektronik sebagai alat yang mengeluarkan uap dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan semua bahan kimia berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia, tidak seperti yang dihasilkan oleh rokok konvensional.

Tidak Meninggalkan Bau

Rokok menghasilkan asap dari pembakaran tembakau sehingga menimbulkan bau tembakau. Banyak orang yang bukan perokok pasti merasa sangat terganggu dengan bau asap rokok tembakau ini.

Bahkan bagi sebagian orang bau asap rokok dapat sangat menyengat sehingga memusingkan kepala dan menyesakkan pernapasan.

Selain itu bau asap rokok juga sangat mudah melekat pada pakaian, kulit, serta rambut kita dalam waktu lama. Sering kali kita harus mencuci baju, tangan dan rambut untuk menghilangkan baunya.

Rokok elektronik lebih aman karena tidak melepaskan asap yang mengganggu lingkungan atau membahayakan kesehatan orang lain. Uap yang dihasilkan dari rokok elektronik ini tidak menyisakan warna sehingga tidak menimbulkan warna pada jari dan gigi perokok elektronik.

Berbagai Pilihan Rasa

Cairan untuk rokok elektronik memiliki rasa yang beragam dapat disesuaikan dengan selera orang yang berbeda-beda. Hal ini tidak didapatkan dari rokok konvensional. Perokok elektronik dapat memilih rasa yang sama seperti rokok biasa seperti misalnya perokok yang menyukai rasa mentol dapat menggunakan cairan rokok elektronik dengan rasa mentol.

Kontra :

Peraturan Pemerintah

Beberapa negara di Amerika seperti New York, Los Angeles, dan Boston telah memperkenalkan undang-undang pada penjualan rokok elektronik. Namun di beberapa negara bagian lain di Amerika masih belum menetapkan peraturan mengenai rokok elektronik.

Sementara di Indonesia peraturan mengenai ketentuan dan peraturan rokok elektronik masih dalam proses sampai saat ini.

Tidak Menghentikan Kecanduan

Beberapa rokok elektronik masih mempertahankan sejumlah kandungan nikotin didalamnya. Sehingga ini tidak benar-benar mengatasi kecanduan terhadap nikotin. Maka perokok harus menjaga asupan nikotin mereka dalam mengkonsumsi rokok elektronik. Tapi sisi baiknya perokok tetap terhindar dari bahan kimia berbahaya yang dapat ditemukan dalam rokok konvensional.

Resiko Kesehatan

Rokok elektronik berpotensi memiliki efek samping yaitu dehidrasi. Propylene glycol dalam cairan rokok elektronik dapat menyerap dan mempertahankan air sehingga menyebabkan dehidrasi.

Beberapa perokok mungkin juga alergi terhadap Propylene glycol. Disamping itu sejumlah nikotin yang terkandung dalam rokok elektronik memiliki efek negatif pada gula darah dan sistem peredaran darah. Nikotin sangat berbahaya dan merupakan zat adiktif yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

Namun tidak semua rokok elektronik mengandung nikotin, Anda dapat memilih menghindari yang mengandung nikotin dan meminta saran dokter apabila ingin menggunakan rokok elektronik.

Resiko Ledakan Baterai

Di Amerika ada banyak laporan mengenai baterai rokok elektronik yang dapat meledak. Sehingga mengakibatkan kerusakan parah pada lidah, mulut dan gigi perokok yang menjadi korban. Menggunakan baterai seperti ponsel, mobil atau komputer dapat beresiko meledak sewaktu-waktu, begitu juga halnya dengan baterai pada rokok elektronik.

Berhati-hati agar tidak mengisi daya baterainya terlalu lama untuk meminimalkan resiko meledak.

Hati-hati Pada Produk Tiruan

Tidak tertutup kemungkinan adanya produk tiruan rokok elektronik yang beredar di pasar. Beberapa pena vape atau rokok elektronik malah membakar ganja bukannya uap THC. Anda perlu berhati-hati pada produk yang menawarkan harga terlalu murah, karena beresiko merupakan produk tiruan.

Saran

Anda yang tidak merokok sebaiknya juga tidak menggunakan rokok elektronik. Karena rokok elektronik tidak memiliki manfaat dan dapat beresiko pada kesehatan.

Sebaiknya tidak beralih ke rokok elektronik untuk membuat Anda berhenti merokok. Tapi mengurangi konsumsi rokok dan memulai cara untuk menghentikan kebiasaan merokok. Sebab tidak ada bukti yang membuktikan bahwa rokok elektronik efektif untuk menghentikan kecanduan merokok.

Jika Anda berniat berhenti merokok Anda dapat memilih rokok elektronik untuk meminimalkan jumlah nikotin yang Anda konsumsi dari biasanya. Namun Anda perlu konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum memulainya. Atau meminta bantuan orang terdekat dalam usaha Anda berhenti merokok.

Nah bagaimana menurut Anda?, setelah mengetahui pro dan kontra rokok elektronik ini apakah Anda memilih menggunakannya dan meninggalkan rokok konvensional, atau lebih memilih untuk berhenti merokok sama sekali?.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *