Apa Yang Anda Perlu Tahu Tentang MSG

MSG atau mungkin sekarang ini lebih dikenal dengan sebutan “micin”, sering dianggap dapat membawa kerugian untuk kesehatan jika sering digunakan. Namun tidak sedikit dari kita yang masih menggunakan MSG ini ke dalam masakan mereka untuk memperkaya cita rasa agar menghasilkan rasa yang enak dilidah. Mungkin dalam pikiran Anda bertanya-tanya, sebenarnya amankan MSG itu?.

Untuk menjawab pertanyaan Anda, mungkin Anda perlu membaca artikel berikut ini mengenai MSG.

Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai MSG

Sejarah Singkat MSG

Seorang profesor kimia dari Jepang yaitu Kikunae Ikeda melakukan terobosan besar ketika ia menemukan senyawa yang berasal dari komponen kaldu rumput laut yang dapat menciptakan rasa enak. Ia menambahkan bahwa lidah manusia tidak hanya dapat merasakan rasa manis, asam, asin dan pahit saja tetapi ada rasa kelima yaitu umami (rasa enak dan gurih). Umami inilah yang menjadi inti dari monosodium L-glutamat atau disebut dengan MSG.

Salah seorang sejawatnya seorang dokter yang bernama Hiizu Miyake adalah orang yang membantu penemuannya mengubah dunia dan menjadi dikenal di seluruh dunia. Setelah penemuannya mendapatkan hak paten, kemudian zat umami ini diciptakan dengan nama Ajinomoto atau jika diterjemahkan memiliki arti “saripati rasa”.

Bagaimana Menghasilkan Rasa Yang Luar Biasa?

MSG akan menghasilkan rasa yang luar biasa ketika MSG glutamat bergabung dengan suatu senyawa yang disebut ribonukleotida. Hal ini yang membuat selera makan menjadi meningkat. MSG yang dikombinasikan dengan makanan tertentu akan menghasilkan rasa gurih yang lebih tinggi.

Jika Anda menggunakan sesendok penuh MSG pada makanan akan menghasilkan rasa gurih yang sama seperti ketika Anda menikmati makanan seperti burger yang penuh dengan keju, jamur dan tomat.

Ini karena daging sapi adalah salah satu makanan kunci yang jika digabungkan dengan makanan lain seperti keju dan tomat akan menghasilkan rasa yang sangat nikmat dan disukai oleh semua orang. Kombinasi makanan yang tepat akan menghasilkan suatu cita rasa yang luar biasa.

Makanan Dengan MSG

MSG mendapatkan suatu reputasi buruk yaitu dianggap sebagai zat aditif yang menyebabkan masalah pada kesehatan. Sebenarnya MSG alami juga dapat ditemukan pada banyak makanan yang mungkin tidak Anda sadari.

Beberapa makanan yang mengandung MSG paling tinggi termasuk kedalamnya adalah keju permesan, saus tiram, dan kecap. Makanan ini telah lama kita kenal dan tidak jarang juga kita gunakan sehar-hari. Jika Anda merasakan ketagihan dengan rasa ini, itulah umami yang terdapat pada MSG.

Jadi mungkin bisa dikatakan bahwa dengan mengkonsumsi umami atau MSG pada makanan tertentu yang dikombinasikan dengan makanan lain akan lebih baik daripada Anda menambahkan bubuk MSG langsung ke makanan yang Anda masak.

Efek Yang Ditimbulkan?

Anda mungkin pernah mendengar “Chinese restaurant syndrome“, ini adalah suatu istilah yang menunjukkan bahwa makan makanan yang mengandung tinggi MSG akan membuat Anda merasa beberapa gejala gangguan kesehatan seperti sakit kepala, mati rasa, pembengkakan wajah, nyeri dada, sakit perut, buang air besar berulang kali dan berkeringat.

Istilah ini diciptakan pada tahun 1968 dalam artikel di New England Journal of Medicine, yang ditulis oleh seorang Dokter keturunan Cina-Amerika yang tinggal di Maryland. Ia menuliskan pengalaman rasa kelemahan yang ia rasakan setelah makan di restoran Cina di Amerika selain mengalami rasa haus yang lebih dari biasanya.

Ia menduga bahwa ada beberapa kemungkinan seperti alergi, memasak makanan dengan anggur dan yang paling spesifik kandungan natrium yang tinggi pada makanan. Kemudian ia juga menambahkan bahwa MSG juga mungkin memperbesar efek dari kandungan natrium tinggi.

Namun sejarawan makanan Ian Mosby melihat bahwa ada kemungkinan variasi dari efek MSG. Kita mungkin berpikir bahwa nyeri dada dan jantung berdebar-debar adalah efek yang ditimbulkan dari memakan makanan yang mengandung MSG tinggi.

Tapi itu tidak selalu benar. Pada tahun 1978 ada banyak orang yang menyatakan bahwa mereka mengalami gejala-gejala yang lebih mirip dengan gangguan pencernaan seperti keracunan makanan, bahkan sampai gejala depresi.

Jadi Berapa Banyak Yang Boleh Anda Dapatkan?

Jika Anda selalu membaca semua label makanan, Anda mungkin akan mendapati bahwa rata-rata produk makanan mengandung MSG didalamnya. Anda mungkin beranggapan bahwa akan lebih baik dengan menghindari makanan-makanan ber-MSG tersebut. Tetapi menurut perkiraan Badan Obat-obatan Dan Makanan di Amerika Anda masih dapat mengkonsumsi MSG dengan dosis yang layak.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Amerika mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara bahan kimia yang disintesis dalam MSG dan glutamat yang terjadi secara alami dalam makanan.

Mereka memperkirakan bahwa rata-rata orang dewasa mendapatkan sekitar 13 gram glutamat setiap hari hanya dengan mengkonsumsi protein yang mereka makan. Dan itu tidak terlalu banyak, yang seharusnya tidak perlu dikhawatirkan.

Mereka juga memperkirakan berapa banyak MSG yang boleh ditambahkan ke makanan biasa yaitu rata-rata hanya sekitar 55 gram. Ketika Anda memakan makanan yang mengandung MSG bahwa porsi “khas” hanya sekitar setengah gram.

Apakah Ada Efek Nyata?

Kita akan sulit untuk mengetahui apakah berita yang kita dengar adalah nyata atau palsu sekarang ini. Ketika Anda melihat beberapa artikel yang menyatakan bahwa MSG berbahaya dan sering disebut-sebut sebagai “silent killer”, maka Anda pasti akan berpikir dua kali untuk mengkonsumsi makanan tertentu terutama yang Anda tahu mengandung MSG.

Pada tahun 1995 FDA (Food and Drug Administration atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) melakukan beberapa hal untuk mengujinya. Pada akhir studi mereka menemukan ada bukti bahwa MSG dapat menyebabkan gejala yang selama ini dianggap sebagai masalah kesehatan yang ditimbulkan atas penggunaan MSG, tetapi hanya jika Anda cukup banyak makan MSG.

Untuk mendapatkan reaksi reguler, itu berarti memberi relawan penelitian setidaknya 3 gram MSG yang langsung di masukkan ke air tanpa jenis makanan lain. Meskipun ada lebih banyak MSG yang mungkin Anda dapatkan di waktu tertentu pada makanan harian Anda namun tidak mungkin Anda akan terpapar MSG ke tingkat yang tinggi seperti itu di luar penelitian ilmiah.

Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2000 nampaknya juga menyarankan bahwa sama sekali tidak ada bukti nyata untuk sensitivitas terhadap MSG. Studi lanjutan tetap menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara MSG dan kondisi kesehatan tertentu seperti alergi dan asma. FDA mengatakan MSG adalah “umumnya diakui sebagai bahan makanan yang aman”.