Bagaimana Menjadikan Anak Memiliki Mental Yang Kuat

Anak adalah buah hati orang tua yang berharga. Sebagai orang tua, Anda pasti menginginkan anak Anda mampu mandiri dan memiliki mental yang kuat sehingga siap untuk menghadapi tantangan di masa depannya.

Mental yang kuat bukan mengenai bagaimana Anda mendidik anak Anda dengan tindakan keras atau menekan emosi mereka, bukan seperti itu, namun bagaimana mendidik anak Anda untuk bisa percaya diri dan berani untuk mengekspresikan potensi yang mereka miliki.

Beberapa hal dibawah ini mungkin bisa menjadi perhatian Anda dalam mendidik anak Anda menjadi pribadi yang bermental kuat dan mandiri.

Bagaimana Menjadikan Anak Memiliki Mental Yang Kuat

Anak-anak membentuk potensi dan kepribadiannya dari mulai usia dini. Pada masa-masa ini anak membutuhkan bantuan, arahan dan bimbingan orang tua untuk pembentukan karakter dan kepribadian anak yang akan dibawanya hingga dewasa.

Bagaimana membantu anak untuk mengembangkan kekuatan mental agar mandiri dan ulet memerlukan tiga pendekatan yaitu mengajari mereka untuk berpikir lebih realistis, membantu mereka belajar mengendalikan emosi bukan emosi yang mengendalikan mereka dan menunjukkan kepada mereka bagaimana mengambil tindakan positif.

Orang tua dapat menerapkan strategi pengasuhan, teknik disiplin dan membangun otot mental anak dengan banyak cara. Beberapa cara berikut adalah strategi yang membantu mengembangkan kekuatan yang anak Anda butuhkan untuk menjadi seorang yang memiliki mental kuat hingga dewasa.

Mengajarkan keterampilan khusus

Disiplin sebenarnya bertujuan untuk mengajarkan anak Anda berbuat lebih baik namun tanpa membuat anak menderita karena kesalahannya. Anda sebaiknya menggunakan konsekuensi yang mengajarkan keterampilan khusus, seperti keterampilan memecahkan masalah, kontrol impuls dan disiplin diri.

Keterampilan ini akan membantu anak Anda belajar berprilaku produktif, bahkan ketika anak Anda dihadapkan pada keadaan sulit dan kemunduran yang sulit.

Biarkan anak membuat kesalahan

Mengajarkan pada anak Anda bahwa kesalahan adalah proses belajar sehingga anak tidak perlu merasa malu atau merasa dipermalukan ketika melakukan suatu kesalahan.

Berikan konsekuensi disaat yang “aman” atau saat anak Anda siap menerima tindakan disiplin dan membicarakan dengan anak Anda bagaimana menghindari agar tidak mengulangi kesalahan yang sama lain kali.

Ajarkan anak Anda cara mengembangkan pembicaraan-diri yang sehat

Anak-anak akan merasa sulit untuk kuat secara mental ketika mereka menyalahkan diri sendiri dengan kekalahan atau ketika mereka mengira akan mendapatkan bencana ketika gagal atau berbuat salah.

Anda harus mengajarkan pada anak Anda untuk mampu menata ulang pikiran negatifnya agar anak Anda bisa berpikir lebih realistis. Mengembangkan pandangan realistis namun optimis pada anak dapat membantu anak-anak menjalani waktu dan tampil lebih baik diatas teman-temannya.

Mendorong anak Anda untuk menghadapi rasa takut

Jika Anda membiarkan anak Anda menghindari hal-hal yang menakutkan baginya, maka anak Anda tidak akan mendapatkan kepercayaan diri yang ia butuhkan untuk mengatasi rasa tidak nyaman.

Untuk itu bantulah anak Anda menghadapi rasa ketakutannya misalnya takut pada kegelapan atau takut bertemu orang baru. Beri semangat pada anak Anda dan membantunya sedikit demi sedikit, bila berhasil melewatinya berilah pujian pada anak Anda.

Katakan pada anak Anda bahwa ia pemberani sambil memberinya penghargaan atau hadiah kecil. Ia akan belajar bahwa ia adalah anak yang cakap dan berani sehingga mampu melangkah keluar dari zona nyamannya.

Biarkan anak Anda merasakan apa yang tidak nyaman

Biarkan anak Anda berusaha mengatasi masalahnya sendiri. Meskipun sebagai orang tua Anda mungkin menjadi kurang sabar dan ingin segera membantu sang anak setiap kali dia berusaha, namun tindakan yang selalu menyelamatkannya setiap kali mengalami kesulitan akan membuatnya tidak berdaya.

Cobalah untuk membiarkan anak Anda merasa kalah, biarkan ia merasa bosan dan berikan sikap bahwa anak Anda harus bertanggung jawab atas sikapnya meskipun ia tidak mau. Melalui dukungan dan bimbingan Anda, perjuangan dan usaha sang anak akan membantu membangun kekuatan mentalnya.

Membangun karakter

Anak-anak membutuhkan pedoman moral yang kuat untuk membantu mereka membuat keputusan yang sehat. Anda harus bekerja keras untuk menanamkan nilai-nilai Anda pada anak Anda. Menciptakan peluang untuk pelajaran hidup yang memperkuat nilai-nilai Anda.

Sebagai contoh, Anda selalu menekankan pentingnya kejujuran dan kasih sayang daripada bisa menang namun dengan segala cara. Anak-anak yang memahami nilai-nilai akan lebih mungkin untuk membuat pilihan yang sehat, bahkan ketika orang lain mungkin tidak setuju dengan tindakan mereka.

Menjadikan rasa syukur sebagai prioritas

Rasa syukur adalah obat yang paling ampuh untuk mengasihi diri sendiri dan mencegah kebiasaan buruk lainnya namun dapat memperkuat anak Anda secara mental.

Tugas Anda adalah menegaskan semua hal yang baik dan patut disyukuri di dunia kepada anak Anda. Sehingga ketika mengalami hari-hari terburuknya anak Anda akan melihat bahwa ia masih memiliki banyak hal yang perlu disyukuri.

Rasa syukur juga dapat meningkatkan suasana hati yang baik pada anak Anda dan mendorong anak Anda memecahkan masalah secara proaktif.

Menegaskan tanggung jawab pribadi

Membangun kekuatan mental berarti melibatkan anak Anda untuk menerima tanggung jawab pribadi. Berilah penjelasan pada anak tetapi jangan berikan alasan ketika anak Anda membuat kesalahan. Perbaiki sikap anak yang mencoba menyalahkan orang lain atas apa yang ia pikirkan, rasakan atau lakukan.

Ajarkan Keterampilan Mengatur Emosi

Cobalah untuk tidak menenangkan anak Anda setiap kali ia marah atau menghiburnya setiap kali ia sedih. Sebaliknya Anda perlu mengajari ia untuk menangani emosi yang membuatnya tidak nyaman dengan dirinya sendiri.

Sehingga anak akan tumbuh tanpa terlalu bergantung pada Anda untuk memperbaiki suasana hatinya. Anak-anak yang memahami perasaannya sendiri dan tahu bagaimana bersikap dalam menghadapi perasaannya adalah anak yang siap menghadapi tantangan.

Model peran kekuatan mental

Menunjukkan anak Anda bagaimana menjadi kuat secara mental adalah cara terbaik untuk mendorongnya mengembangkan kekuatan mental. Bicarakanlah dengan anak apa yang menjadi tujuan pribadi Anda dan tunjukkan kepadanya bahwa Anda mengambil tindakan untuk tumbuh lebih kuat.

Membuat perbaikan diri dan kekuatan mental menjadi prioritas dalam hidup Anda sendiri dan menghindari hal-hal yang orang tua bermental kuat tidak lakukan. Sederhananya Anda memberi contoh kepada anak untuk menjadi bermental kuat.