Jangan Lakukan Ini Jika Anda Tidak Ingin Mendapatkan Perut Berlemak

Perut buncit itu terjadi karena banyak lemak yang menumpuk pada perut. Menghilangkan lemak di perut ini memang tidak mudah, membutuhkan tekad yang kuat, kesabaran dan rutinitas yang konsisten. Bukan berarti anda tidak bisa menghilangkan lemak mengganggu di perut anda.

Tapi untuk anda yang ingin menjaga perut tetap langsing dan menghindari perut buncit atau berlemak, maka anda perlu menghindari hal-hal berikut ini.

Hal Yang Membuat Perut Berlemak

Perut buncit disebabkan karena lemak yang menumpuk. Ini dapat menimbulkan masalah kesehatan selain mengganggu penampilan. Perut kelebihan lemak sangat tidak sehat dan dapat beresiko terhadap penyakit sindrom metabolik, diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kanker.

Orang yang memiliki berat badan normal dengan kelebihan lemak di perut dapat meningkatkan resiko berbagai masalah kesehatan.

Berikut apa saja yang bisa membuat perut anda buncit atau berlemak

Makanan dan minuman manis

Terkadang tanpa disadari kita telah mengkonsumsi banyak gula setiap hari. Makanan tinggi gula ini termasuk didalamnya kue, permen, minuman berperasa, teh manis adalah beberapa jenis makanan dan minuman yang sering dikonsumsi.

Asupan gula yang tinggi berkaitan pada fruktosa dengan kandungan tinggi gula tambahan. Konsumsi minuman soda dan minuman manis lainnya sangat mudah memberikan dosis besar gula dalam waktu yang sangat singkat. Ini memberi sumbangan besar untuk menambah lemak dalam perut anda.

Alkohol

Alkohol ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan dosis yang tinggi dapat menyebabkan peradangan, penyakit hati dan masalah kesehatan lainnya. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa alkohol menekan pembakaran lemak dan kelebihan kalori dari alkohol disimpan sebagai lemak di perut.

Penelitian lain menyebutkan, peminum harian yang mengkonsumsi alkohol kurang dari satu gelas setiap hari cenderung memiliki lemak perut yang sedikit, sementara mereka yang jarang minum namun mengkonsumsi empat gelas atau lebih sekali minum ini paling memungkinkan mengalami perut kelebihan lemak.

Lemak trans

Lemak trans dibuat dengan menambahkan hidrogen ke dalam lemak tak jenuh untuk membuatnya lebih stabil. Lemak trans sering digunakan untuk memperpanjang waktu simpan makanan dalam kemasan.

Contoh dari makanan yang mengandung lemak trans adalah kerupuk, campuran kue dan lainnya. Makanan lemak trans dapat menyebabkan peradangan yang mendorong resistensi insulin, penyakit jantung, kelebihan lemak perut dan berbagai penyakit lainnya.

Kurang aktif

Gaya hidup adalah penyebab utama terjadinya gangguan atau masalah kesehatan. Orang-orang yang kurang aktif meningkatkan resiko obesitas termasuk obesitas pada perut.

Makanan protein rendah

Makanan dengan protein tinggi membuat anda lebih cepat merasa puas dan kenyang, sehingga meningkatkan tingkat metabolisme tubuh dan menurunkan asupan kalori dengan cepat.

Sebaliknya makanan rendah protein menyebabkan anda mendapatkan lemak perut dalam jangka panjang. Hal ini karena protein yang rendah mempercepat perut untuk merasa lapar kembali dengan meningkatkan neuropeptida yaitu hormon yang menciptakan rasa lapar.

Menopause

Pada masa pubertas hormon estrogen memberi sinyal pada tubuh untuk menyimpan lemak pada pinggul dan paha dalam persiapan potensial akan kemungkinan terjadinya kehamilan. Lemak subkutan ini tidak berbahaya meski terkadang bagi beberapa orang ini sulit dihilangkan.

Menopause terjadi satu tahun setelah wanita memiliki periode menstruasi terakhir. Ketika wanita mengalami masa menopause, ini menyebabkan penurunan tingkat hormon estrogen secara dramatis. Akibatnya tubuh menyimpan lemak pada perut bukan pada paha atau pinggul.

Faktor genetika juga turut mempengaruhi beberapa wanita kemungkinan mendapatkan lebih banyak lemak perut pada masa menopause. Wanita yang mendapatkan menopause pada usia yang lebih muda cenderung memiliki lebih sedikit lemak perut.

Bakteri usus yang salah

Ratusan jenis bakteri hidup di usus anda terutama di usus besar. Beberapa bakteri menguntungkan kesehatan dan beberapa yang lain dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Bakteri dalam usus yang dikenal sebagai mikrobiome atau flora usus sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan untuk menghindari terhadap serangan penyakit.

Ketidakseimbangan bakteri dalam usus meningkatkan resiko pengembangan diabetes tipe 2, penyakit jantung, kanker dan penyakit lainnya. Selain itu juga dapat meningkatkan kenaikan berat badan termasuk penumpukan lemak di perut.

Penelitian menemukan orang-orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas cenderung memiliki sejumlah besar bakteri Firmicutes daripada orang-orang yang memiliki berat badan normal. Sebab beberapa jenis bakteri tertentu dapat meningkatkan penyerapan sejumlah kalori yang berasal dari makanan.

Hormon kortisol dan stres

Hormon kortisol sangat penting untuk kelangsungan hidup. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal yang dikenal sebagai hormon stres, dengan membantu tubuh untuk merespon atau mengatasi stres.

Namun kortisol dapat menyebabkan kenaikan berat badan ketika diproduksi berlebihan terutama dibagian perut. Pada sebagian besar orang, stres dapat memicu untuk makan berlebihan. Tapi bukan kelebihan kalori yang disimpan sebagai lemak tubuh melainkan kortisol meningkatkan penyimpanan lemak dalam perut.

Makanan rendah serat

Serat berperan penting dalam sistem metabolisme tubuh terutama pada pencernaan. Metabolisme tubuh yang baik menimbulkan pencernaan yang sehat sehingga berat badan anda dapat terkendali.

Beberapa jenis serat dapat membantu anda untuk cepat merasa kenyang, menstabilkan hormon lapar dan mengurangi penyerapan kalori dari makanan. Makanan tinggi karbohidrat olahan dan rendah serat memiliki efek berlawanan pada nafsu makan dan berat badan, termasuk meningkatkan lemak pada perut.

Genetika

Gen memiliki peran utama dalam resiko obesitas. Demikian pula bahwa kecenderungan untuk menyimpan lemak di perut juga turut dipengaruhi oleh faktor genetika. Ini dipengaruhi oleh gen reseptor yang mengatur kortisol dan gen yang membawa kode untuk reseptor leptin yang mengatur asupan kalori dan berat badan.

Kurang tidur

Betapa kita sering kali mengabaikan ini, bahwa cukup tidur sangat penting bagi tubuh dan kesehatan kita. Tidak cukup tidur telah dikaitkan oleh berbagai penelitian dengan kenaikan berat badan termasuk lemak di perut. Kualitas tidur yang buruk mempengaruhi akumulasi lemak di perut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *