Ketika Berat Badan Menurun Secara Drastis, Mungkin Ini Penyebabnya

Masalah berat badan adalah hal yang paling banyak menjadi perhatian oleh kebanyakan orang selain masalah kecantikan. Berat badan ideal atau tubuh langsing adalah idaman banyak orang dan tidak terbatas pada usia maupun jenis kelamin.

Namun jika Anda mengalami penurunan berat badan secara drastis tanpa diketahui alasan yang jelas, mungkin Anda mengalami beberapa kondisi atau masalah kesehatan tertentu. Berikut beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebabnya.

Penyebab Berat Badan Menurun Secara Drastis

Mengalami kehilangan berat badan tanpa usaha seharusnya menjadi perhatian khusus Anda karena bisa jadi ini menunjukkan gejala atau kondisi kesehatan yang bermasalah. Anda harus segera pergi ke Dokter ketika berat badan Anda jauh menurun sebesar 5% dari berat badan Anda dalam waktu 6-12 bulan terakhir.

Selain itu Anda juga harus perhatikan apakah ada gejala-gejala tertentu yang timbul saat berat tubuh Anda menurun dan beritahukan kepada Dokter tentang gejala-gejala yang Anda rasakan.

Meskipun begitu tidak semua penurunan berat badan adalah hal yang serius, bisa saja terjadi ketika Anda sedang stres atau Anda mengalami perubahan dalam hidup. Untuk berat badan yang turun drastis tanpa Anda ketahui penyebabnya, mungkin merupakan tanda dari salah satu kondisi kesehatan seperti berikut :

Kehilangan massa otot

Hilangnya massa otot atau kekurangan otot dapat menurunkan berat badan secara tidak terduga. Gejala utamanya adalah kelemahan otot. Anda mungkin akan melihat salah satu anggota tubuh Anda lebih kecil daripada yang lain.

Tubuh kita terdiri dari massa lemak dan massa bebas lemak yang meliputi otot, tulang dan air. Jika Anda kehilangan otot maka Anda juga kehilangan berat badan. Ini lebih sering terjadi pada orang-orang yang jarang berolahraga, bekerja dalam ruangan yang tidak banyak bergerak atau lebih banyak tidur. Olahraga teratur dan menjaga asupan nutrisi secara seimbang dan tepat akan mengembalikan massa otot yang hilang.

Selain itu hilangnya massa otot dapat disebabkan oleh :

  • Cedera, misalnya patah tulang
  • Penuaan
  • Luka bakar
  • Stroke
  • Osteoartritis
  • Rheumatoid arthritis
  • Osteoporosis
  • Sklerosis
  • Kerusakan saraf

Tiroid terlalu aktif

Tiroid yang terlalu aktif atau disebut juga dengan Hipertiroidisme dapat berkembang ketika kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid. Hormon ini bekerja dengan mengendalikan banyak fungsi tubuh termasuk fungsi metabolisme.

Ketika tiroid terlalu aktif, ini mengakibatkan tubuh akan dengan cepat membakar kalori meskipun Anda memiliki selera makan yang cukup tinggi. Sehingga berat badan Anda dapat berkurang tanpa disadari.

Beberapa gejala tiroid yang terlalu aktif adalah :

  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Kecemasan
  • Kelelahan
  • Intoleransi terhadap panas
  • Masalah atau gangguan tidur
  • Tremor pada tangan
  • Menstruasi ringan pada wanita

Apa yang menyebabkan tiroid terlalu aktif?, kemungkinan hal ini disebabkan oleh :

  • Penyakit Graves
  • Tiroiditis akut
  • Terlalu banyak konsumsi yodium
  • Konsumsi obat tiroid terlalu banyak

Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang dapat membuat sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan sendi dan menyebabkan peradangan. Peradangan kronis dalam kasus ini dapat mempercepat metabolisme dan mengurangi berat badan secara keseluruhan.

Penyakit ini akan menimbulkan gejala seperti pembengkakan yang disertai rasa sakit. Biasanya menyerang pada kedua sendi yang sama pada tubuh. Jika Anda memiliki penyakit ini Anda mungkin akan merasakan kaku pada sendi jika Anda tidak bergerak selama satu jam atau lebih.

Penyebab penyakit ini masih belum dapat diketahui secara tepat, tapi kemungkinan berkaitan dengan :

  • Umur
  • Gen
  • Perubahan hormon
  • Perokok aktif
  • Perokok pasif
  • Obesitas

Diabetes

Penyebab lain penurunan berat badan yang tidak terduga adalah diabetes tipe 1. Diabetes tipe 1 ditandai dengan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel dalam pankreas yang menghasilkan insulin. Tanpa insulin tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi. Inilah yang menyebabkan glukosa darah menjadi tinggi. Ginjal akan mengeluarkan glukosa yang tidak terpakai melalui urin. Ketika glukosa keluar dari tubuh, hal yang sama juga terjadi pada kalori.

Diabetes tipe 1 juga menyebabkan :

  • Sering buang air kecil
  • Dehidrasi
  • Kelelahan
  • Penglihatan buram
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Kelaparan yang juga berlebihan

Depresi

Depresi juga dapat mengakibatkan berkurangnya berat badan. Depresi dapat didefinisikan sebagai perasaan sedih, kehilangan atau kekosongan yang terjadi selama dua minggu berturut-turut. Perasaan seperti ini memberi pengaruh negatif terhadap tubuh dan pikiran sehingga mengganggu produktivitas setiap hari seperti bekerja atau sekolah.

Depresi mempengaruhi bagian otak yang mengendalikan nafsu makan, ketika seseorang mengalami depresi maka nafsu makannya menjadi terganggu dan menjadi buruk yang pada akhirnya berat badan akan menurun. Namun pada sebagian orang depresi malah dapat meningkatkan nafsu makan. Gejala depresi dapat bervariasi pada masing-masing orang.

Gejala depresi lainnya yaitu :

  • Rasa kesedihan yang konstan
  • Kehilangan minat dalam hobi
  • Energi berkurang
  • Tidak dapat berkonsentrasi
  • Terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur
  • Berpikir tentang kematian atau bunuh diri
  • Mudah marah

Penyakit Radang Usus

Penurunan berat badan yang tidak disadari dapat juga disebabkan oleh gejala dari Penyakit Radang Usus. Inflammatory Bowel Disease atau Penyakit Radang Usus merupakan istilah untuk beberapa gangguan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Dua jenis penyakit peradangan ini yang umum adalah penyakit Kolitis Ulserativa dan Penyakit Crohn.

Penyakit Peradangan kronis membuat tubuh dalam keadaan katabolik yaitu terus menerus menggunakan energi. Penyakit Peradangan Usus ini juga mengganggu ghrelin yaitu hormon yang menciptakan rasa lapar, leptin yaitu hormon yang menciptakan rasa kenyang. Akibatnya nafsu makan akan menurun yang diikuti dengan berat badan yang juga menurun.

Gejala lain dari Penyakit Radang Usus :

  • Diare
  • Sakit perut
  • Kembung
  • Tinja berdarah
  • Kelelahan

Gejala-gejala ini juga dapat dipicu oleh jenis makanan tertentu.

Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Penyakit ini adalah penyakit paru-paru progresif, termasuk kedalam paru-paru dan bronkitis kronis. Emfisema perlahan-lahan merusak kantung udara di paru-paru yang mengakibatkan sulit untuk bernafas. Bronkitis kronis menyebabkan peradangan pada saluran udara yang membawa udara ke paru-paru. Hal ini menghasilkan lendir, batuk dan masalah pada pernapasan.

Beberapa orang yang menderita penyakit ini di tahap awal tidak menimbulkan gejala namun bagi yang lain dapat memperlihatkan gejala seperti :

  • Sesak napas
  • Mengi
  • Dada terasa sesak
  • Batuk ringan dengan lendir atau tanpa lendir

Pada tahap selanjutnya Penyakit Paru Obstruktif Kronik ini dapat menyebabkan menurunnya berat badan. Kesulitan bernapas membakar lebih banyak kalori juga mengakibatkan rasa tidak nyaman untuk makan dan bernafas pada saat yang bersamaan.

Gejala berat Penyakit Paru Obstruktif Kronik antara lain :

  • Terdapat pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, atau kaki keseluruhan
  • Ketahanan otot rendah
  • Kelelahan

Apa yang menjadi penyebab utama dari penyakit ini adalah merokok. Paparan iritasi seperti polusi udara dan debu juga dapat mengakibatkan penyakit ini.

Endokarditis

Endokarditis dapat menyebabkan peradangan pada lapisan dalam jantung atau endokardium. Penyakit ini berkembang ketika kuman atau bakteri masuk ke aliran darah dan berkumpul di dalam jantung. Orang-orang yang terkena penyakit ini akan merasakan demam yang mungkin disertai dengan tidak nafsu makan, suhu tubuh tinggi yang meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak yang mengakibatkan penurunan berat badan.

Gejala lainnya :

  • Murmur jantung
  • Batuk atau batuk berdarah
  • Sakit perut
  • Sakit di dada
  • Kesulitan bernafas
  • Keringat malam
  • Sakit punggung
  • Sakit kepala
  • Bintik-bintik merah atau ungu pada kulit

Endokarditis jarang terjadi pada jantung yang sehat. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang-orang yang memiliki katup jantung yang rusak, katup jantung buatan atau cacat jantung bawaan.

Tuberkulosis

Tuberkulosis merupakan suatu kondisi yang mempengaruhi paru-paru dan dapat menular. Disebabkan oleh bakteri Tuberkulosis Mycobacterium. Salah satu gejala utama penyakit ini adalah dapat menyebabkan penurunan nafsu makan yang mempengaruhi berat badan.

Gejala lainnya adalah :

  • Batuk parah yang berlangsung 3 minggu atau lebih
  • Nyeri pada dada
  • Batuk mengeluarkan darah atau lendir
  • Kelelahan
  • Berkeringat di malam hari
  • Menggigil
  • Demam

Kanker

Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh sel tidak normal yang dapat dengan cepat berkembang dan menyebar. Salah satu tandanya adalah hilangnya berat badan tubuh, terutama pada kanker pankreas, paru-paru, perut dan kerongkongan.

Kanker meningkatkan peradangan dalam tubuh, hal ini juga meningkatkan pengecilan otot dan mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan.

Gejala awal kanker :

  • Demam
  • Kelelahan
  • Rasa sakit dibagian tertentu
  • Perubahan pada kulit

Banyak kondisi yang dapat menyebabkan gejala-gejala ini. Namun terkadang kanker tidak memperlihatkan gejala apa pun.

Penyakit Addison

Penyakit ini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar adrenal. Pada akhirnya kelenjar adrenal tidak dapat menghasilkan cukup hormon kortisol dan aldosteron. Hormon kortisol memiliki banyak fungsi yang salah satunya mengatur nafsu makan dan metabolisme. Kadar rendah kortisol mengakibatkan kurang nafsu makan sehingga berat badan menurun.

Gejala lainnya :

  • Tekanan darah rendah
  • Kelelahan kronis
  • Kelemahan otot
  • Ngidam makanan asin
  • Hiperpigmentasi

Penyakit ini termasuk penyakit langka, Di Amerika Serikat penyakit ini hanya mempengaruhi 1 diantara 100.000 orang.

HIV

HIV adalah penyakit yang menyerang sel kekebalan yang disebut dengan sel T. Ini membuat tubuh sulit melawan infeksi. Jika tidak segera diobati HIV dapat mengakibatkan AIDS yaitu bentuk lanjutan dari kondisi ini yang sering membuat penurunan pada berat badan.

Gejala HIV adalah sakit tenggorokan, sariawan dan kelelahan yang membuat tidak nyaman ketika makan. Gejala lain HIV adalah :

  • Demam
  • Menggigil
  • Ruam
  • Berkeringat di malam hari
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Nyeri otot

Gejala ini tergantung pada orang dan tahap infeksinya.

Kongestif

Berat badan berkurang drastis dapat merupakan tanda komplikasi gagal jantung kongestif. Gagal jantung kongestif ini berkembang ketika jantung tidak dapat dipenuhi dengan pasokan darah yang cukup. Sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan kekuatan yang cukup. Ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua sisi jantung.

Jika seseorang menderita penyakit ini maka orang tersebut akan mengalami sistem pencernaan yang terganggu dan mengakibatkan mual serta perasaan lebih cepat kenyang. Juga mungkin sulit untuk bernapas ketika makan. Peradangan dalam jaringan jantung yang rusak juga mempercepat metabolisme dan menyebabkan berat badan turun tanpa disadari.

Gejala-gejala lainnya :

  • Sesak napas
  • Batuk terus-menerus
  • Pembengkakan
  • Kelelahan
  • Detak jantung cepat

Kapan Harus Ke Dokter

Mengalami berat badan yang berfluktuasi sebenarnya adalah hal yang normal. Namun ketika Anda mengalami kehilangan berat badan tanpa ada usaha, perubahan pada kebiasaan atau tanpa Anda sadari, sebaiknya Anda mencurigai adanya sesuatu yang terjadi pada kesehatan Anda. Jika Anda mengalami penurunan berat badan sebanyak 5 persen dalam 6-12 bulan terakhir atau Anda merasakan ada gejala-gejala seperti yang telah disebutkan diatas, maka Anda harus segera pergi ke Dokter.