Ketumbar Atau Daun Ketumbar Dan Manfaatnya Untuk Kesehatan

Ketumbar biasanya digunakan sebagai salah satu bumbu tambahan masakan berbumbu khas Asia. Daun ketumbar yang berbau segar bila dicampur dalam masakan akan menambah cita rasa masakan tersebut. Ketumbar beserta daunnya diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita lho. Nah berikut ini manfaat-manfaatnya.

Ketumbar

Ketumbar sering dijadikan sebagai bumbu masakan khas karena dapat membuat masakan menjadi lebih wangi dan menghadirkan cita rasa yang nikmat serta gurih. Sementara daun ketumbar juga digunakan sebagai bumbu masakan namun tidak lebih sering digunakan bila dibandingkan dengan bijinya.

Daun ketumbar memiliki rasa yang mirip dengan citrus, berbeda dengan rasa pada bijinya. Sebagian orang tidak menyukai bau maupun rasa daun ketumbar ini. Tapi jika Anda mengetahui bahwa daun ketumbar maupun ketumbar memiliki manfaat yang banyak, maka Anda mungkin perlu mempertimbangkan kembali untuk tidak hanya memasukkan ketumbar pada masakan Anda tapi juga daunnya yang tak kalah bermanfaat.

Manfaat Kesehatan Dari Ketumbar

Dalam setiap 100 gram ketumbar memiliki kandungan :

  • 23 kalori
  • 2.6 g serat
  • 6748 IU vitamin A dari beta-karoten, beta-cryptoxanthin, lutein dan zeaxanthin
  • 27 mg vitamin C
  • 300 mcg vitamin K1 (
  • 521 mg kalium
  • 1.77 mg besi
  • Asam lemak
  • pitosterol
  • Aldehida flavonols seperti quercetin dan kaempferol

Ketumbar tidak hanya bermanfaat sebagai penyedap alami masakan tapi juga dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti campak, cacar air, infeksi saluran kemih, gangguan perut, gangguan pencernaan dan perut kembung.

Tahukah Anda bahwa meskipun ketumbar dan biji ketumbar berasal dari tanaman yang sama, namun keduanya memiliki perbedaan dalam hal gizi dan senyawa bioaktif lainnya. Misalnya ketumbar memiliki banyak vitamin dan antioksidan sedangkan bijinya tinggi kandungan mineral dan sterol.

Beberapa manfaat kesehatan ketumbar adalah :

Mengurangi stres oksidatif

Setiap hari dalam proses metabolisme tubuh kita bisa menghasilkan molekul reaktif yaitu radikal bebas, ini juga turut didasari pada racun yang ada disekitar kita. Radikal bebas bisa merusak sel-sel dan memicu peradangan kronis. Ketika sistem kekebalan tubuh mengatasi kerusakan hal ini dapat menyebabkan stres oksidatif.

Dalam waktu jangka panjang, stres oksidatif dapat menyebabkan penuaan dini serta beberapa penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, bahkan kanker. Mengkonsumsi makanan kaya antioksidan memainkan peran dalam membantu memulihkan Anda.

Ketumbar memiliki antioksidan yang kuat seperti quercetin, kaempferol, beta-karoten, beta-cryptoxanthin, dan vitamin C yang dapat mengatasi radikal bebas dengan cukup tinggi. Buah-buahan beri dikenal memiliki antioksidan yang kuat, tapi ketumbar ternyata memiliki antioksidan yang lebih kuat dari buah beri.

Daun ketumbar ditemukan dapat menemukan tingkat oksidasi yang meningkatkan tingkat Glutathione, sebuah antioksidan alami dalam tubuh dan meningkatkan aktivitas enzim superoksida dismutase dan catalase yang memecah produk beracun menjadi bahan kimia tidak berbahaya. Ini juga meningkatkan aktivitas protein antioksidan.

Mengurangi peradangan

Biji ketumbar dapat mengurangi peradangan atau pembengkakan pada orang yang mengidap rheumatoid arthritis. Kandungan quercetin dan kaempferol yang terdapat pada ketumbar dikenal bermanfaat sebagai anti-inflamasi yang berfungsi untuk mengurangi peradangan. Serta ketumbar dapat digunakan juga pada orang yang menderita radang usus karena ketumbar dapat membantu masalah pencernaan.

Mengelola diabetes

Di beberapa negara seperti Arab Saudi, Jordan dan Maroko telah menggunakan ketumbar sebagai obat untuk diabetes, tidak hanya itu daun ketumbar juga membantu meningkatkan berbagai masalah diabetes.

Pada orang dengan penyakit diabetes biasanya memiliki ketidakseimbangan lemak dan stres oksidatif yang meningkatkan resiko kerusakan organ-organ vital seperti hati, jantung dan ginjal. Ketumbar telah dikatakan sebelumnya bisa melawan stres oksidatif dengan baik. Tapi disarankan untuk penderita diabetes agar mengkonsumsi ketumbar dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Melindungi hati

Dalam sebuah penelitian terhadap tikus diabetes, daun ketumbar dapat mengurangi oksidasi dengan meningkatkan aktivitas antioksidan enzim seperti catalase, superoksida dismutase, dan glutation peroksidase dalam kerusakan hati.

Dalam penelitian lain yang juga menggunakan hewan menemukan ketumbar mampu mencegah kerusakan sel hati yang disebabkan oleh racun dan sekaligus meningkatkan fungsi hati. Menambahkan daun ketumbar pada masakan Anda dapat menjaga dan membersihkan hati Anda dari racun yang mengendap dalam tubuh.

Melindungi jantung

Kandungan fenolik yang tinggi pada daun ketumbar memiliki kapasitas antioksidan yang lebih tinggi daripada biji ketumbar. Polifenol membuat ketumbar baik untuk hati dan berati juga baik untuk jantung. Ketumbar dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah atherosclerosis dengan menyeimbangkan tingkat lipid dan memerangi radikal bebas.

Meningkatkan pencernaan

Secara tradisional ketumbar telah digunakan oleh beberapa negara sebagai obat untuk mengatasi gangguan pencernaan. Karminatif yang terdapat pada ketumbar adalah suatu zat yang dapat menghilangkan gas dan meredakan perut kembung.

Dalam penelitian dengan hewan, ekstrak biji ketumbar merangsang sekresi asam lambung, meningkatkan kontraksi dan membantu makanan lebih cepat melewati saluran pencernaan. Ini menjadikan ketumbar sebagai obat yang efektif mengatasi gangguan pencernaan seperti kembung, muntah.

Ekstrak biji ketumbar juga membantu mengurangi diare dan kejang perut, dengan cara memblokir saluran kalsium yang mendorong kontraksi otot halus di usus.

Mencegah infeksi mikroba dan keracunan makanan

Penelitian terbaru telah menemukan bahwa minyak esensial yang diekstrak dari batang daun ketumbar dapat membunuh larva Aedes aegypti, nyamuk penyebab demam berdarah, chikungunya, zika dan demam kuning. Antimikroba pada ketumbar mencegah keracunan makanan.

Minyak esensial yang diekstrak dari daun ketumbar telah ditemukan memiliki efek yang kuat terhadap Listeria monocytogenes, atau biasa disebut makanan bakteri patogen penyebab infeksi berat yang disebut listeriosis. Ketumbar juga dapat melindungi Anda dari Salmonella enterica, berkat Aldehida antibakteri yang dikenal sebagai dodecanal, serta sejumlah bakteri patogen lain

Tetapi berhati-hatilah jika ingin menggunakan daun ketumbar segar. Cucilah terlebih dahulu ketumbar dan keringkan.

Menghilangkan logam berat dalam tubuh

Ketumbar mampu menghilangkan logam berat dari tubuh dan mengurangi kerusakan yang diakibatkannya. Polusi dan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan tubuh terkena logam berat seperti timbal, arsenik, aluminium, merkuri, dan kadmium. Akibatnya dapat merusak organ dalam tubuh, meningkatkan stres oksidatif dan membuat antibiotik menjadi tidak efektif.

Daun ketumbar bisa mempercepat ekskresi logam berat dan meningkatkan efektivitas antibiotik bahkan para peneliti menyimpulkan bahwa ketumbar membantu menghilangkan logam berat dari tubuh.

Melindungi mata

Sejumlah kandungan tinggi vitamin A dalam ketumbar dapat menjaga kesehatan mata di usia tua. Vitamin A ketumbar berasal dari karotenoid, yaitu sekelompok antioksidan yang dapat mengurangi peradangan, dan dengan jumlah yang sangat tinggi yang bahkan tidak menyebabkan toksisitas terhadap vitamin A.

Ketumbar juga memiliki kandungan vitamin C yang dapat mengurangi resiko katarak dan degenerasi makula berkaitan pada usia.

Mengobati alergi, ruam dan luka

Jus ketumbar atau bubur ketumbar (ketumbar yang telah dihaluskan dan diberi air) dapat mengobati alergi yang disebabkan gigitan serangga, ruam kulit, gatal dan peradangan. Membuat bubur dengan cara mencampur 1 cangkir daun ketumbar yang telah dihaluskan dengan sepertiga air. Saring airnya lalu bisa Anda terapkan langsung pada daerah yang terkena gigitan serangga selama dua kali sehari. Atau minum jus ketumbar 3 kali sehari.

Bubur ketumbar juga dapat digunakan pada luka bakar. Ketumbar dianggap efektif untuk meredakan demam serbuk bunga dan alergi rhinitis.

Meningkatkan memori dan mencegah Alzheimer

Penelitian terbaru menemukan ketumbar bisa meningkatkan daya ingat atau memori Anda. Ini dapat membantu Anda untuk terhindar dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Penelitian terhadap hewan yaitu pada tikus yang muda maupun yang tua dengan diberikan diet daun ketumbar sebesar 5%, 10% dan 15% menunjukkan perbaikan dalam memori namun tergantung pada jumlah dosis. Bahkan ketika hewan itu diberi obat yang merangsang amnesia, ketumbar dapat membalikkan defisit memori.

Anda mungkin perlu mengkonsumsi ketumbar dengan jumlah yang mungkin lebih banyak untuk mendapatkan manfaat ini daripada jumlah normal yang biasa Anda konsumsi. Tetapi Anda bisa menggabungkannya dengan makanan yang dapat meningkatkan kemampuan otak.

Anti kanker

Dalam penelitian laboratorium, ketumbar ditemukan memiliki sifat anti kanker. Jus ketumbar mengurangi sejumlah amina aromatik karsinogenik hingga 92 persen. Amina aromatik atau heterosiklik amina (HCAs) adalah bahan kimia beracun yang dihasilkan ketika otot daging seperti unggas, sapi, babi, atau ikan yang dipanggang.

Amina aromatik bersifat mutagenik secara alami yang memiliki kemampuan untuk memicu perubahan DNA serta menyebabkan kanker. Penelitian laboratorium juga menunjukkan ketumbar sebagai anti kanker terhadap kanker mulut, lambung dan payudara dengan mencegah migrasi sel kanker dan kerusakan DNA serta menginduksi kematian sel kanker.

Menambahkan ketumbar pada masakan daging panggang Anda dalam proses memasaknya dapat mengurangi resiko timbulnya zat karsinogenik.

Namun Anda tetap perlu mengkonsultasikan diri ke dokter jika menggunakan ketumbar untuk mengobati diabetes, alergi, keracunan makanan dan mengobati penyakit tertentu. Terutama jika Anda alergi terhadap ketumbar. Harus berhati-hati pada Anda yang menggunakan obat pengencer darah untuk segera konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan ketumbar sebagai obat alami.