Licorice Serta 10 Manfaatnya

Anda pasti pernah dengar produk-produk yang mengandung licorice sering diiklankan di televisi. Misalnya produk pasta gigi, produk pencerah kulit atau wajah seperti krim pelembab, lulur pemutih kulit, sampo anti ketombe dan lainnya. Mungkin saja beberapa produk yang Anda pakai dirumah mengandung licorice.

Penasaran tidak sih apa itu licorice? dan sebenarnya apa saja manfaat dari licorice ini?. Nah berikut saya akan membahas 10 manfaat licorice yang perlu Anda ketahui. Tetap disini ya.

Licorice (Akar Manis)

Licorice atau dikenal juga dengan sebutan akar manis adalah akar dari tumbuhan Glycyrrhiza Glabra. Tanaman ini merupakan sejenis polong-polongan yang berasal dari Eropa Selatan dan beberapa wilayah Asia. Licorice berasal dari bahasa Yunani kuno yang artinya “akar manis”.

Di Iran dan Cina telah lama menggunakan licorice sebagai obat tradisional dan ayurveda. Licorice ini dapat berguna untuk mengobati beberapa macam penyakit salah satunya adalah penyakit ulkus lambung. Berikut ini 10 manfaat licorice :

1. Melawan Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Infeksi saluran pernapasan atas dapat diobati dengan menggunakan licorice serta dapat mengurangi berkembangnya kemacetan terkait masalah pernapasan. Ini karena licorice memiliki kandungan anti-inflamasi, anti-alergi dan sifat antivirus yang berasal dari asam glycyrrhizin dan glycyrrhetinic dalam licorice.

Selain itu kandungan licoricidin, gliserol, glycyrin, dan glycycoumarin dalam licorice dapat membantu melawan bakteri yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan atas.

2. Meningkatkan daya ingat

Licorice diketahui dapat meningkatkan daya ingat dan melindungi otak Anda. Glabridin flavonoid yang ditemukan dalam licorice adalah senyawa yang dapat meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar dengan baik.

Hal ini telah diuji pada hewan yaitu tikus. Peneliti menjelaskan bahwa efek penggunaan licorice pada tikus yang non-diabetes bisa mencegah atau membalikkan ingatan dan kemampuan untuk belajar defisit pada subyek sebagai akibat dari diabetes.

Glycyrrhizin adalah senyawa yang membuat licorice memiliki karakteristik rasa manis. Glycyrrhizin juga berpotensi digunakan sebagai terapi untuk penyakit neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer. Karena pasien penyakit Alzheimer mengalami defisit kognitif dan neuroinflammation.

3. Mencegah Kerusakan Gigi dan Melawan Infeksi Mulut

Sariawan adalah penyakit mulut yang sangat umum diderita oleh banyak orang. Nah ketika Anda terkena sariawan, licorice dapat menawarkan manfaat untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan.

Licorice atau ekstrak licorice memiliki kandungan bahan-bahan bioaktif yang dapat membantu mempertahankan, melawan dan mengobati penyakit mulut dan gigi seperti karies gigi, kerusakan gigi, penyakit gusi (periodontitis) dan infeksi jamur mulut seperti kandidiasis.

Cara kerja licorice ini adalah dengan merangsang produksi air liur sehingga membantu membersihkan dan remineralisasi gigi. Juga sebagai efek antibakteri. Penelitian di laboratorium telah mengkonfirmasikan bahwa tindakan penghambatan dan anti-inflamasi licorice terhadap patogen adalah yang bertanggung jawab untuk mengatasi infeksi gusi.

Licorice memiliki efek yang melindungi dengan sifat anti-inflamasi dan anti jamurnya, serta dapat meningkatkan kekebalan tubuh ketika Anda memiliki kandidiasis oral. Namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut sebab penelitian pada manusia masih kurang memadai sehingga tidak disarankan menggunakan licorice setiap hari untuk kesehatan mulut Anda.

Sebaliknya, cara yang lebih baik untuk menggunakan licorice adalah secara topikal atau terlokalisasi komponen bioaktifnya.

4. Meredakan Stres dan Merevitalisasi Otak

Dalam pengobatan ayurveda, licorice dikenal sebagai tonik otak dan revitalizer. Licorice dapat meningkatkan sirkulasi darah ke sistem saraf pusat dan membantu meremajakan otak. Inilah alasannya kenapa dikatakan licorice mampu meredakan stres dan membantu menenangkan pikiran.

5. Mengendalikan Gejala Diabetes

Licorice ternyata dapat digunakan sebagai obat untuk diabetes yang bekerja dengan ajaib. Anda tidak perlu khawatir sebab licorice tidak akan menurunkan kadar gula darah Anda. Satu penelitian terhadap hewan menunjukkan bahwa licorice dapat digunakan untuk mengurangi gejala yang berkaitan dengan diabetes.

Gejala diabetes yang khas pada umumnya adalah adanya rasa haus yang berlebihan. Dalam penelitian tersebut dengan mengkonsumsi licorice dapat mengakibatkan penurunan gejala ini sebesar 45%.

Sehingga dengan kurangnya asupan cairan maka masalah sering buang air kecil yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari juga mengganggu tidur Anda menjadi berkurang. Selain itu juga mengurangi adanya hyperphagia (yaitu rasa lapar yang berlebihan dan meningkatnya nafsu makan) sekitar 20 % pada hewan yang diuji.

6. Mengurangi Hot Flashes pada Menopause

Licorice telah ditemukan berpotensi mengobati hot flashes pada menopause karena efek estrogeniknya. Hot flashes adalah gejala yang sering dialami ketika masa menopause atau perimenopause, penderita akan mengalami rasa panas yang sangat sampai berkeringat serta diikuti dengan detak jantung yang cepat, biasanya gejala ini berlangsung sekitar 2 sampai 30 menit setiap kali terjadi.

Salah satu kelompok peneliti menemukan obat herbal dapat membantu menurunkan frekuensi serta intensitas hot flashes yang dialami oleh wanita menopause.

Satu penelitian kecil lain juga menemukan bahwa menggunakan licorice memiliki efek yang sama dengan terapi penggantian hormon. Penelitian ini memperlihatkan bahwa terapi licorice sebagai pengobatan ringan dan alami yang mempunyai potensi, frekuensi, waktu dan mengatasi tingkat keparahan hot flashes sama seperti pengobatan konvensional.

7. Mengatasi masalah kulit dan Mencerahkan

Jika Anda sedang mencari cara untuk membersihkan ruam bekas jerawat dan menginginkan kulit Anda menjadi lebih cerah maka Anda dapat mencoba menggunakan facial licorice atau pasta herbal licorice. Pasta ini dapat bekerja untuk mengatasi jerawat serta juga mencerahkan warna kulit yang tidak rata, masalah pigmentasi dan bekas luka.

Dalam satu penelitian dilakukan beberapa percobaan pada subyek yang diberi pasta herbal licorice dicampur madu dan satunya lagi setengah pasta herbal yang dicampur dengan air. Hasilnya setelah 45 hari penggunaan terlihat ada peningkatan signifikan pada kulit dari kedua kelompok percobaan tadi.

Kelompok yang menggunakan madu dengan pasta herbal mengalami peningkatan yang lebih besar dalam tekstur kulit mereka bila dibandingkan dengan yang dicampur air. Pengobatan tradisional herbal Cina juga telah menggunakan licorice untuk mengobati jerawat dan bintil.

8. Mengobati tukak lambung

Untuk penderita penyakit ulkus peptikum dapat beresiko memiliki bisul di lapisan lambung (ulkus lambung) atau bagian pertama dari usus kecil (ulkus duodenum). Ini bisa menyebabkan sakit pada perut dengan sensasi rasa seperti terbakar.

Licorice adalah obat alternatif yang baik untuk ulkus duodenum dan lambung. Licorice akan meningkatkan produksi lendir dan menutupi daerah lesi serta melindunginya dari asam dan enzim pencernaan pepsin yang dikeluarkan dalam sistem pencernaan.

Asam glycyrrhizinic yang terdapat dalam licorice juga dapat melawan Helicobacter pylori dengan menghambat pertumbuhan bakteri yang bertanggung jawab untuk peptikum ulcers.

Peneliti menyarankan bahwa licorice dapat menawarkan obat alternatif yang efektif dan murah sebagai pengobatan tradisional yang mengandung antibiotik dan mengurangi produksi asam lambung. Dan yang lebih menarik lagi bahwa licorice tidak memiliki efek samping dalam pengobatan jangka pendek.

9. Menjaga kesehatan jantung

efek antioksidan yang kuat pada licorice bisa bermanfaat pada kesehatan jantung. Dalam satu penelitian ekstrak licorice mampu menghasilkan penurunan tingkat kolesterol low-density lipoprotein (LDL) dalam percobaan terhadap hewan yang memiliki aterosklerosis.

Tidak hanya itu, efek tersebut juga dapat dilihat pada percobaan manusia baik yang memiliki kadar kolesterol normal maupun yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Peneliti juga menemukan secara khusus dapat membantu orang-orang dengan aterosklerosis melalui 3 cara yaitu :

  • Menurunkan kadar plasma lipoprotein.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Mengurangi ketebalan intima-media arteri karotis (carotid intima-media thickness /CIMT)

Ketebalan intima-media arteri karotis dapat membantu memprediksi kesehatan kardiovaskular pasien diabetes, obesitas, dan kondisi metabolik lainnya.

10. Melindungi Hati

Obat tradisional Iran telah menggunakan licorice untuk mengobati penyakit hati kronis. Hal ini karena kandungan antioksidan, anti-inflamasi, dan sifat hepatoprotektif dari licorice.

Studi menunjukkan kemampuan licorice untuk menghambat akumulasi lemak dalam hati yang telah diuji pada hewan yang diberi alkohol. Hasilnya menunjukkan licorice membantu mencegah luka pada hati akibat alkohol dari resiko berkembangnya masalah kesehatan menjadi hepatitis alkoholik dari akumulasi lemak sederhana.

11. Mengurangi Mucositis

Mucositis adalah efek samping akibat kemoterapi atau pengobatan radiasi untuk kanker yang menunjukkan peradangan selaput lendir dari saluran pencernaan. Ulkus dapat terbentuk dengan kondisi yang bisa sangat menyakitkan. Sehingga mengakibatkan hilangnya nafsu makan pada pasien kanker.

Dengan menggunakan obat herbal licorice akan membantu mengurangi intensitas mucositis sehingga pengobatan dapat terus berlanjut tanpa terganggu. Yang berarti asupan makanan bisa disimpan tanpa mengakibatkan efek mucositis pada pasien.

Namun diantara beberapa manfaat licorice yang bisa Anda dapatkan seperti yang telah disebutkan diatas bukan berarti Anda aman menggunakannya dalam jangka panjang. Apalagi tidak boleh digunakan dengan dosis yang tinggi.

Perlu Anda ingat bahwa licorice yang dimaksud disini adalah bukan permen licorice yang bisa Anda dapatkan di toko permen. Tapi disini yang diperlukan adalah akar licorice asli. Sebab permen licorice mungkin hanya memiliki rasa licorice yang ditambahkan kedalamnya.

Akar licorice biasanya tersedia dalam bentuk bubuk atau kapsul dan harus digunakan dalam dosis yang telah diresepkan dalam kurun waktu tertentu. Jika menggunakan licorice dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan tingkat potasium dan mendapatkan natrium dengan tingkat tinggi dalam tubuh Anda.

Glycyrrhizin dalam licorice yang mengakibatkan efek ini. Anda dapat mengurangi efek negatif ini dengan mengambil licorice tanpa kandungan glycyrrhizin atau rendah kandungan glycyrrhizin.

Aturan penggunaan licorice secara praktis adalah membatasi asupan harian agar tidak mengkonsumsinya lebih dari 30mg/ml asam glycyrrhizic atau 500 mg dari total dosis harian.

Penggunaan licorice dalam dosis yang berlebihan dan jangka panjang dapat mengakibatkan :

  • Hipertensi parah atau tekanan darah tinggi yang berpotensi mengancam kehidupan seperti masalah gagal jantung, serangan jantung, stroke atau gagal ginjal.
  • Tingkat kalium yang sangat rendah (hipokalemia), ini dapat menyebabkan kelemahan, kelelahan, mati rasa, irama jantung yang tidak normal bahkan kelumpuhan.
  • Kelemahan otot keempat anggota badan (quadriparesis)