Masalah Kesehatan Karena Kekurangan Vitamin D

Tubuh kita membutuhkan asupan nutrisi seimbang dari makanan yang kita konsumsi. Betapa pentingnya kita menjaga pola makan seimbang dan bergizi untuk kesehatan kita. Sebab jika tubuh kita kekurangan salah satu vitamin akan berdampak pada masalah kesehatan kita.

Salah satu vitamin yang sangat penting namun mungkin kurang mendapat perhatian kita adalah vitamin D. Sumber vitamin D yang paling mudah kita peroleh adalah sinar matahari.

Akan tetapi gaya hidup modern memungkinkan kita untuk kurang mendapatkan cahaya matahari. Nah ternyata kekurangan vitamin D bisa menimbulkan masalah kesehatan yang cukup berbahaya.

Masalah Kesehatan Akibat Kekurangan Vitamin D

Tubuh manusia memproduksi dan menyimpan vitamin D saat kulit langsung terkena sinar matahari. Banyak orang tidak memiliki cukup vitamin D dalam tubuh mereka karena rutinitas keseharian mereka yang jarang terkena sinar matahari. Sehingga mereka membutuhkan tambahan vitamin D melalui makanan yang kaya vitamin D atau suplemen.

Setiap orang yang berusia dibawah 70 tahun membutuhkan 15 mcg vitamin D setiap hari dari makanan, sementara orang-orang yang berusia diatas 70 tahun membutuhkan 20 mcg vitamin D setiap hari.

Makanan sumber vitamin D adalah ikan yang berminyak seperti salmon, sarden, tuna atau makarel. Selain itu sereal, susu, yoghurt, margarin, telur, jamur, organ daging dan sumber lainnya. Kekurangan vitamin D akan beresiko penyakit atau gangguan kesehatan serius.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti :

Rakhitis

Rakhitis adalah kondisi tulang yang mengalami pelunakan dan melemah terjadi pada anak-anak karena kekurangan vitamin D. Penyebab lain adalah tingkat kalsium dan fosfor yang sangat rendah.

Gejalanya :

  • Nyeri tulang
  • Gangguan pertumbuhan anak
  • Kelainan tulang pada anak
  • Kelainan pada gigi
  • Tulang lunak

Anak-anak yang berkulit gelap, anak-anak yang tidak pernah pergi keluar rumah dan kekurangan asupan makanan sumber vitamin D adalah paling beresiko terkena penyakit ini.

Osteopenia

Osteopenia adalah salah satu bentuk penyakit tulang lemah namun tidak dalam bentuk yang parah. Kondisi ini ditandai dengan kepadatan tulang yang tidak dalam tingkat normal tetapi tidak juga seburuk seperti osteoporosis.

Gejalanya :

Osteopenia tidak menunjukkan gejala yang dapat diperhatikan atau terlihat. Penyakit ini dapat diketahui jika Anda mengalami patah tulang dan memiliki beberapa bentuk patah tulang setelah jatuh.

Cara terbaik untuk mencegahnya adalah meningkatkan terkena paparan sinar matahari dan makan makanan tinggi kalsium dan vitamin D. Melakukan tes kepadatan tulang jika diperlukan untuk memeriksa apakah Anda memiliki masalah Osteopenia.

Osteoporosis

Kondisi ini menyebabkan tulang menjadi lemah dan memiliki kepadatan tulang berkurang sehingga dapat menyebabkan patah tulang. Bahkan memerlukan operasi dan perawatan jangka panjang untuk memperbaikinya.

Gejala :

Yang berbahaya dari penyakit ini adalah penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang dapat terlihat, sementara kepadatan tulang terus menurun. Maka cara terbaik adalah mengambil tes mengukur densitas untuk mengetahui apakah Anda memiliki masalah terhadap kepadatan tulang.

Osteoporosis ditandai dengan :

  • Postur tubuh membungkuk
  • Perubahan postur tubuh
  • Hilangnya tinggi badan

Selain karena kekurangan vitamin D, Osteoporosis juga disebabkan dari masalah kesehatan lainnya seperti :

  • Gangguan autoimun, contohnya lupus atau sklerosis.
  • Gangguan pencernaan, seperti celiac atau inflamasi usus.
  • Gangguan sistem saraf seperti stroke atau Parkinson.
  • Hematologi atau kelainan sel darag seperti sel sabit, multipel myeloma, leukemia atau limfoma.
  • Kanker.
  • Gangguan sumsum tulang dan darah.
  • Penyakit mental seperti gangguan makan atau depresi.
  • Gangguan endokrin Hormonal seperti Diabetes, hipertiroidisme, Cushing’s sindrom.
  • HIV/AIDS.
  • Penyakit ginjal kronis.
  • Penyakit hati.
  • Penyakit paru obstruktif kronik.
  • Skoliosis.

Cedera saraf tulang belakang, operasi penurunan berat badan dan transplantasi organ juga dapat meningkatkan resiko Osteoporosis. Obat-obatan tertentu seperti hormon tiroid dan obat kemoterapi kanker juga dapat menimbulkan masalah serius.

Depresi dan suasana hati rendah (low mood)

Kekurangan vitamin D dapat membuat seseorang mengalami suasana hati low mood bahkan dapat mengarah ke depresi.

Gejala :

Depresi dapat terjadi sendiri dalam perubahan perilaku dan emosional dan gejala dapat terlihat dalam perubahan fisik. Beberapa gejala yang harus mendapat perhatian seperti :

  • Perasaan kekosongan
  • Kecemasan dan kesedihan yang berlebihan
  • Putus asa dan pesimisme
  • Merasa tidak berharga
  • Penurunan minat dan ketertarikan terhadap hal yang sebelumnya disukai
  • Kelelahan
  • Tingkat energi rendah
  • Gerakan lambat
  • Kegelisahan
  • Kesulitan konsentrasi
  • Mudah lupa
  • Kesulitan tidur
  • Nafsu makan hilang
  • Sakit kepala yang sering terjadi
  • Mempunyai pikiran untuk bunuh diri

Kondisi lain seperti sejarah keluarga yang juga memiliki riwayat depresi, mengidap penyakit kronis atau terjadi peristiwa besar yang membawa pada stres dan trauma dapat menimimbulkan depresi.

Hiperparatiroidisme Sekunder

Hiperparatiroidisme sekunder dapat terjadi akibat kekurangan vitamin D dimana kelenjar paratiroid menjadi hiperaktif dan membesar.

Gejala :

  • Tulang lemah
  • Calciphylaxis, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan kalsium menggumpal pada kulit Anda, yang mengakibatkan bisul dan kematian jaringan di sekitarnya.
  • Masalah kardiovaskular
  • Masalah dengan metabolisme lemak
  • Masalah dengan metabolisme gula
  • Gatal atau pruritis
  • Anemia

Menderita penyakit ginjal juga dapat menyebabkan seseorang mengalami penyakit Hiperparatiroidisme sekunder.

Eksim

Beberapa penyakit kulit disebabkan karena kekurangan vitamin D. Salah satunya eksim tampaknya berkaitan dengan masalah kekurangan vitamin D.

Eksim tidak menular tapi menimbulkan gejala yang tidak nyaman seperti :

  • Peradangan kulit
  • Bercak berwarna merah atau keabu-abuan pada kulit
  • Kulit kasar dan kering
  • Kulit retak
  • Kulit bersisik
  • Benjolan kecil pada kulit Anda
  • Gatal parah
  • Kulit sensitif

Orang-orang yang beresiko memiliki eksim adalah mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah yang sama, anak-anak yang lahir dari ibu yang masih berusia remaja, hidup di daerah yang dingin atau di tempat industri juga beresiko terkena eksim.

Penyebab lain eksim masih belum diketahui. Adanya paparan tertentu seperti debu, asap, polusi, pasir, parfum, dan klorin juga dapat menyebabkan meningkatkan resiko eksim. Penyakit, infeksi, atau stres juga dapat memicu eksim.

Demensia dan kerusakan kognitif

Satu kelompok peneliti melihat bahwa memiliki kekurangan vitamin D dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer maupun demensia.

Gejala :

  • Kehilangan memori
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kebingungan (tentang tempat/waktu)
  • Kesulitan mengikuti percakapan
  • Sulit menemukan kata-kata untuk mengekspresikan diri
  • Perubahan mood
  • Kesulitan mengatasi bagian dari rutinitas normal
  • Kebingungan terhadap hal-hal kecil

Penyebab :

  • Alzheimer menjadi salah satu penyebab yang paling umum.
  • Efek samping dari obat-obatan¬†alergi atau depresi
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Depresi
  • Masalah tiroid

Orang yang memiliki penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau memiliki stroke, serta memiliki anggota keluarga dengan demensia menimbulkan risiko Anda terkena demensia juga.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *