Mengenal Apa Itu Autisme Ringan

Autisme, mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga Anda. Autisme secara umum dikenal sebagai gangguan komunikasi dan bersosialisasi. Apakah Anda juga pernah mendengar autisme ringan?. Anda ingin tahu apakah yang dimaksud dengan autisme ringan ini? bagaimanakah gejalanya? serta bagaimana mengobatinya?.

Autisme Ringan

Autisme telah diidentifikasi dengan beberapa tingkat autisme yaitu dari yang ringan, sedang sampai pada tingkat yang parah. Meskipun belum ada diagnosis resmi yang disebut dengan autisme ringan, namun istilah “autisme” ringan ini sudah mulai diperkenalkan.

Autisme ringan mungkin dapat dikatakan sebagai bentuk autisme yang masih ringan sehingga mudah disembuhkan secara total dan dapat berkembang dan tumbuh dewasa seperti orang normal pada umumnya.

Apakah Tanda Dan Gejalanya?

Orang yang telah didiagnosis dengan atau gangguan spektrum autisme memperlihatkan gejala tertentu. Orang dengan autisme ringan juga memiliki kesulitan perkembangan dan sensorik yang cukup berat sehingga menghalangi mereka dalam melakukan kegiatan dan hubungan normal antara sesama manusia.

Gejala-gejala yang menunjukkan autisme ringan biasanya dapat diketahui pada anak usia dini yaitu sebelum berusia 3 tahun. Sering gejala ini tidak terlihat sampai sang anak bertambah usia, dan lebih sering terjadi pada anak perempuan.

Jika gejala mulai muncul setelah anak berusia 3 tahun, ini tidak dapat didiagnosis sebagai autisme, kemungkinan anak-anak ini memiliki gangguan komunikasi sosial yang parah.

Anak yang benar-benar didiagnosis autis dapat dilihat dengan gejalanya yaitu :

– Memiliki masalah dengan komunikasi dua arah termasuk kesulitan memahami percakapan, bahasa tubuh, kontak mata dan ekspresi wajah.

– Kesulitan mengembangkan dan memelihara hubungan, seperti kesulitan bermain imajinatif, berteman atau berbagi minat.

– Preferensi untuk mengulangi tindakan, aktivitas, gerakan atau kata-kata yang sama berulang-ulang. Bahkan tidak ada alasan yang jelas dengan perilakunya seperti membarisi mainan berulang kali adalah contoh klasik.

– Memiliki minat yang terbatas dan intens, misalnya anak autis benar-benar melakukan segala hal yang harus ia ketahui melalui apa yang ia lihat dari video permainan.

– hiporeaktivitas atau hiper terhadap masukan sensorik, baik itu tidak menyadari atau terlalu sensitif terhadap suara, cahaya, bau, rasa sakit, sentuhan dan lain-lain.

Apa Yang Dimaksud Ketika Seseorang Dikatakan “Autisme Ringan”?

Sebenarnya tidak ada definisi yang resmi terhadap istilah “autisme ringan”. Setiap orang memiliki gagasan yang sedikit berbeda terhadap apa artinya.

Terkadang istilah autisme ringan ini digunakan ketika seorang anak yang jelas autistik tetapi memiliki bahasa lisan dan keterampilan lainnya sangat baik namun sulit untuk bersosialisasi.

Istilah ini juga digunakan secara halus ketika menggambarkan seorang anak yang tidak terlalu mengalami kesulitan berarti tetapi hanya memiliki beberapa kata yang dapat diucapkan. Misalnya seorang anak autis menggunakan gerakan tangannya yang memperlihatkan keinginannya meminta jus atau minuman.

istilah ini juga dapat digunakan untuk membantu menjelaskan keputusan pengobatan, contohnya ” anak Anda menderita autisme ringan jadi mungkin anak Anda akan lebih baik melakukan terapi bermain daripada dengan terapi perilaku intensif”.

Dalam keadaan yang lebih sulit, seseorang dengan autisme ringan mungkin memiliki keterampilan komunikasi dan kemampuan akademik yang luar biasa tetapi cenderung memiliki keterampilan sosial yang terlambat, masalah sensorik yang parah, bahkan kesulitan ekstrim dalam keterampilan organisasi.

Akibatnya orang dengan autisme ringan mungkin menemukan sekolah umum atau pengaturan kerja yang lebih sulit untuknya daripada orang yang memiliki masalah dengan bahasa namun memiliki sedikit masalah sensorik atau sosial.

Contohnya, seorang yang secara akademis sangat cerdas namun bahasanya ketika presentasi atau berbicara tidak dapat dimengerti oleh teman sekelasnya dan bisa jatuh pingsan karena suara penyedot debu atau cahaya bola lampu neon.

Coba Anda bandingkan dengan orang yang memiliki masalah pada akademis atau dapat dikatakan kurang cerdas namun tidak terlalu bermasalah dengan suara atau cahaya dan tidak bermasalah dengan mengikuti aturan.

Yang manakah menurut Anda memiliki gejala yang lebih ringan?, jawabannya tentu saja bahwa hal ini tergantung pada pengaturan dan situasinya.

Bagaimana Kriteria Diagnostik Untuk Mendefinisikan Autisme Ringan?

Berdasarkan DSM-5, yaitu suatu klasifikasi standar gangguan mental yang digunakan oleh profesional kesehatan mental di Amerika Serikat, memberikan bantuan mengenai pertanyaan tersebut karena klasifikasi ini termasuk pada tiga “tingkat fungsional” untuk menggambarkan tingkat keparahan autisme.

Orang-orang yang sedikit autis umumnya dianggap pada level 1 yang berarti orang-orang ini membutuhkan dukungan dan bantuan yang relatif sedikit untuk menjalani kehidupan normal.

Tapi ini dapat menyesatkan karena banyak orang yang memiliki autisme ringan mungkin justru memerlukan banyak dukungan yang dipengaruhi oleh situasi tertentu.

Misalnya seseorang dengan diagnosis autisme ringan mungkin memiliki keterampilan verbal yang baik tetapi tidak memiliki kemampuan untuk membaca bahasa tubuh atau emosi orang lain. Akibatnya orang dengan autisme ringan ini banyak mengalami masalah dengan lawan jenis, masalah dengan pekerjaan atau teman sekelas bahkan dengan polisi.

Apakah Ada Pengobatan untuk Autisme Ringan?

Pengobatan untuk orang dengan autisme ringan sama seperti dengan semua jenis autisme, yaitu :

– Terapi perilaku, contohnya adalah memberikan hadiah atau imbalan untuk mengajarkan perilaku yang diharapkan atau lebih disukai.

– Bermain atau terapi perkembangan, yaitu dengan menggunakan aktivitas bermain untuk membangun emosional dan keterampilan komunikasi.

– Terapi obat, ada obat yang dapat mengobati gejala seperti gangguan kecemasan dan suasana hati yang mungkin berhubungan dengan autisme ringan.

– Terapi wicara, terapi ini pada orang dengan autisme ringan biasanya berkaitan dengan keterampilan percakapan, bahasa tubuh dan lainnya.

– Terapi okupasi, yaitu untuk membantu masalah sensorik.

– Terapi fisik, ini karena anak-anak dengan autisme ringan banyak yang memiliki tonus otot rendah atau secara fisik dapat dikatakan canggung.

Beberapa anak-anak yang autis juga mendapatkan manfaat dari pengobatan dan perawatan dari masalah yang berkaitan dengan kejang, masalah pencernaan, gangguan tidur dan masalah seperti obsesif-kompulsif. Masalah-masalah ini bukan merupakan bagian dari autisme tetapi lebih umum di antara anak-anak autis.