Nutrisi Yang Anda Butuhkan Untuk Mendapatkan Kehamilan

Bagi pasangan suami istri pasti sangat mendambakan kehadira buah hati di dalam kehidupan mereka. Kehadiran si buah hati adalah bukti cinta kasih mereka yang tentu sangat dinantikan.

Jika Anda mencoba untuk mendapatkan kehamilan lebih cepat maka Anda harus mempersiapkan kebutuhan nutrisi yang tepat untuk mendukung kehamilan. Berikut ini adalah nutrisi-nutrisi yang Anda butuhkan.

Nutrisi Yang Dibutuhkan Untuk Mendapatkan Kehamilan

Keinginan untuk mendapatkan kehamilan harus disertai dengan mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh yang mendukung kehamilan. Berikut ini vitamin, mineral dan nutrisi yang ditujukan untuk membantu dalam kesuburan.

Zinc (Seng)

Satu penelitian dari Pennsylvania State University pada pertemuan tahunan American Physiological Society menyimpulkan bahwa defisiensi zinc dapat memberi efek negatif pada perkembangan sel telur. Seng dikatakan sebagai “pengatur kunci” pengembangan oosit (sel telur).

Seng berperan dalam divisi oosit, pemupukan, pengaturan DNA dan pengembangan embrio. Peneliti mengatakan bahwa wanita yang ingin hamil harus mendapatkan zat Seng dalam makanan harian mereka serta faktor pendukung kesehatan lainnya.

Kebutuhan zat Seng harian yang direkomendasikan adalah 8 miligram per hari untuk wanita dewasa dan 12 miligram per hari untuk wanita selama masa kehamilan dan menyusui.

Tapi wanita harus berhati-hati agar tidak mengambil jumlah Seng yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan karena dapat mengganggu penyerapan tembaga dan metabolisme tubuh.

Jika Anda telah memenuhi asupan makanan dengan makanan sehat dan mengambil suplemen maka Anda telah cukup nutrisi dan tidak akan mengalami kekurangan zat Seng.

Kolin

Kolin adalah vitamin yang banyak wanita tidak mendapatkannya dengan cukup termasuk pada wanita hamil. Ahli makanan terdaftar di California-Amerika, Elizabeth Shaw mengatakan bahwa Kolin sangat penting untuk meningkatkan kesehatan pada semua tahapan kehidupan terutama sangat penting pada tahap awal pembentukan otak dan dalam kehidupan untuk mencegah penurunan kognitif.

Kolin terdapat pada daging, telur dan sayuran hijau. Asupan harian direkomendasikan untuk mendapatkan Kolin adalah 550 miligram perhari.

Omega-3

Asam Docosahexaenoic (DHA) sangat penting untuk perkembangan otak dan mata bayi. Hanya ibulah satu-satunya yang menyediakan sumber DHA untuk bayi.

Sebuah penelitian tahun 2016 dalam European Journal of Obstetri & ginekologi dan biologi reproduksi, menyimpulkan bahwa konsumsi suplemen omega-3 berkaitan dengan penurunan kelahiran bayi prematur (bayi lahir sebelum 34 minggu) sebesar 58 persen dan 17 persen penurunan pengiriman prematur (bayi lahir sebelum minggu ke 37).

Untuk ibu hamil dan menyusui membutuhkan asupan optimal 700 miligram per hari Asam Eicosapentaenoic (EPA) dan DHA, dengan setidaknya 300 miligram DHA.

Probiotik

Makanan atau suplemen probiotik dan prebiotik sangat penting untuk meningkatkan kesehatan usus. Kesehatan usus berpengaruh pada kesuburan juga. Tidak ada jumlah asupan yang disarankan tapi lebih baik meningkatkan asupan probiotik dan prebiotik perlahan-lahan dalam menu makanan harian.

Zat Besi

Mineral ini penting sekali untuk membentuk oksigen yang dibawa oleh sel darah merah. Juga mempengaruhi pada tingkat energi Anda. Wanita harus memiliki kadar zat besi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Mungkin Anda perlu memeriksakan diri Anda ke dokter melalui tes darah yang kemudian dokter akan menentukan apakah Anda perlu menambah asupan.

Wanita dewasa harus mendapatkan 18 miligram zat besi per hari, dan wanita hamil membutuhkan 27 miligram per hari. Untuk wanita menyusui hanya membutuhkan asupan zat besi 9 miligram setiap hari.

Para ahli berpendapat bahwa sebaiknya Anda konsultasikan ke dokter sebelum Anda menambahkan suplemen tambahan atau multivitamin jika menggunakan prenatal vitamin.

Wanita membutuhkan zat besi selama kehamilan untuk mencegah anemia dan bahkan lebih membutuhkannya sebelum konsepsi atau pembuahan. Zat besi yang rendah sebelum konsepsi dapat menyebabkan kurangnya ovulasi.

Mengkonsumsi zat besi dapat mempermudah kehamilan juga dapat membantu Anda menghindari masalah ovulasi serta membantu Anda terhindar dari anemia pada masa kehamilan.

Koenzim Q10

Penelitian menemukan bahwa Koenzim Q10 dapat membantu meningkatkan kesuburan dengan meningkatkan kualitas sel telur. Jika wanita yang telah berusia diatas 30 menginginkan kehamilan maka Koenzim Q10 dapat membantu meningkatkan sel telur mereka.

Tidak hanya untuk wanita tapi juga untuk pria, Koenzim Q10 dapat meningkatkan jumlah sperma pada pria. Dosis yang disarankan untuk orang dewasa adalah 30 hingga 200 miligram yang terbagi pada siang hari.

Multivitamin

Wanita yang menginginkan kehamilan harus memenuhi asupan multivitamin yang baik untuk kesehatan secara keseluruhan dan meningkatkan kesehatan ovulasi serta kesuburan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi multivitamin sehari sedikit kemungkinan mengalami masalah pada ovulasi.

Vitamin B6 membantu agar tubuh siap untuk mendapatkan kehamilan dan mengurangi morning sickness (mual dan muntah pada masa awal kehamilan) jika dikonsumsi sebelum terjadi pembuahan. Setidaknya 10 miligram dalam sehari. Makanan tinggi vitamin B16 adalah makanan berprotein, kedelai, sereal, daging, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran.

Vitamin C dibutuhkan untuk membantu penyerapan zat besi dan membangun jaringan sehat. Jumlah yang disarankan dalam asupan harian adalah 1,00 miligram. Pastikan agar Anda banyak makan buah jeruk, paprika merah dan hijau, brokoli, dan stroberi.

Secara keseluruhan makanan lengkap dan seimbang sangat penting jika Anda mencoba untuk mendapatkan kehamilan. Mengkonsumsi prenatal vitamin saja tidak cukup. Penuhi tubuh Anda dengan makanan bergizi, banyak makan buah-buahan, sayuran, whole grains, protein dan lemak sehat disamping minum prenatal vitamin. Ini adalah cara yang baik untuk memulai usaha Anda mendapatkan kehamilan.

Hindari Dosis Tinggi Vitamin

Hindari mengkonsumsi terlalu banyak vitamin atau dosis tinggi vitamin tertentu karena vitamin tertentu dapat menjadi beracun dalam dosis tinggi seperti :

Vitamin A, terlalu banyak mengkonsumsi vitamin A meningkatkan resiko cacat lahir pada bayi.

Zat besi jika dimakan dalam jumlah yang terlalu besar dapat berbahaya, terkecuali atas anjuran dokter.

Kalsium jika lebih dari 1.000 miligram sehari sangat tidak dianjurkan. Sebab ini dapat menyebabkan batu ginjal dan batu lain di dalam tubuh.

Selenium dapat menjadi beracun dalam jumlah besar. Jangan pernah mengkonsumsi lebih dari 200 miligram per hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *