Pemanis Buatan Berbahaya Untuk Bakteri Baik Di Usus

Kamu suka makan yang manis-manis?. Boleh saja sih makan yang manis asal tidak berlebihan setuju kan?. Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan penyakit yang tentunya tidak pernah kita inginkan seperti diabetes, penyakit jantung, stroke. Mungkin kamu mengganti konsumsi gula dengan pemanis buatan yang rendah resiko terhadap penyakit diabetes.

Lalu apakah pemanis buatan itu memang baik sebagai pengganti gula?. Bagaimana pengaruhnya dengan pencernaan terutama usus kita?. Dikatakan pemanis buatan dapat berbahaya bagi usus kita, benar kah?. Berikut ini penjelasannya.

Apakah Pemanis Buatan Berbahaya Bagi Bakteri Baik di Usus?

Pemanis buatan adalah penganti gula sintetis yang biasanya kita gunakan untuk membuat makanan dan minuman terasa manis. Pemanis buatan memberi rasa manis tanpa tambahan kalori sehingga sering menjadi pilihan orang-orang dengan diabetes untuk tetap mendapatkan rasa manis dari makanan atau minuman tanpa meningkatkan resiko kenaikan gula darah.

Namun penggunaan pemanis buatan mulai dipertanyakan mengenai dampaknya bagi kesehatan. Salah satu dampak kesehatan yang ditimbulkan adalah dapat mengganggu keseimbangan bakteri bermanfaat dalam usus.

Bakteri Usus Mempengaruhi Kesehatan dan Berat Badan

Tahukah kamu bahwa bakteri baik di dalam usus kita berperan penting dalam kesehatan bahkan juga berat badan lho. Bakteri baik di usus melindungi usus dengan melawan infeksi dan menghasilkan vitamin serta nutrisi untuk membantu mengatur sistem kekebalan tubuh.

Ketidakseimbangan bakteri dimana usus mengandung sedikit bakteri sehat dari yang dibutuhkan tubuh disebut dysbiosis. Dysbiosis dapat menyebabkan sejumlah masalah usus termasuk penyakit inflamasi usus, sindrom iritasi usus dan penyakit seliak. Penelitian terbaru menemukan bahwa dysbiosis mungkin juga berperan terhadap berat badan.

Orang yang memiliki berat badan normal memiliki pola bakteri baik yang berbeda dengan mereka yang memiliki kelebihan berat badan. Kemungkinan hal ini terjadi karena jenis bakteri dalam usus orang yang mengalami kelebihan berat badan lebih efisien mengekstrak energi dari makanan sehingga orang dengan bakteri ini mendapat lebih banyak kalori dari sejumlah makanan.

Bakteri usus juga dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan lainnya seperti arthritis, diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kanker.

Pemanis Buatan Dapat Mengubah Keseimbangan Bakteri Usus

Kebanyakan pemanis buatan setelah dikonsumsi masuk ke sistem pencernaan tidak dapat dicerna dan keluar dari tubuh tanpa mengalami perubahan. Sehingga para peneliti berpikir bahwa pemanis buatan tidak memiliki efek apapun pada tubuh.

Namun penelitian terbaru telah menemukan bahwa pemanis buatan mungkin mempengaruhi kesehatan dengan mengubah keseimbangan bakteri dalam usus. Para ilmuwan melakukan percobaan kepada tikus dengan memberi makan pemanis buatan seperti sakarin, hasilnya menunjukkan penurunan sejenis bakteri yang bermanfaat bagi tubuh.

Efek yang ditimbulkan dari pemanis buatan ini mungkin bervariasi untuk beberapa orang. Hanya beberapa orang mungkin mengalami perubahan bakteri usus dan kesehatan mereka ketika mengkonsumsi pemanis buatan.

Menimbulkan Obesitas dan Beberapa Penyakit

Beberapa orang meyakini bahwa konsumsi pemanis buatan memiliki kaitan dengan peningkatan resiko obesitas, stroke, demensia dan diabetes tipe 2.

Pada Obesitas

 

 

Orang-orang yang mencoba menurunkan berat badan sering mengkonsumsi ini sebagai pengganti gula untuk menghindari kalori. Namun pemanis buatan justru berkaitan dengan kenaikan berat badan.

Penelitian pada manusia telah menemukan hasil bahwa makan pemanis buatan dapat meningkatkan indeks massa tubuh. Dan untuk beberapa orang telah mengalami penurunan indeks massa tubuh.

Tampaknya menggantikan makanan berkalori tinggi dan minuman manis bergula dengan pemanis buatan dapat memberikan pengaruh kepada indeks massa tubuh dan berat badan.

Diabetes tipe 2

Pemanis buatan ternyata dapat meningkatkan resistensi insulin dan intoleransi glukosa. Hal ini sesuai dengan penelitian para ilmuwan menggunakan percobaan pada hewan yaitu pada tikus. Tikus yang diberi pemanis buatan mengalami peningkatan intoleransi glukosa. Tikus menjadi kurang mampu menstabilkan kadar gula darah setelah makan gula.

Pengamatan pada manusia telah ditemukan bahwa konsumsi jangka panjang pemanis buatan dapat meningkatan risiko diabetes tipe 2.

Stroke

Penelitian menemukan orang yang minum satu pemanis buatan sehari berisiko tiga kali terkena stroke dibandingkan dengan orang yang minum sekali dalam seminggu. Namun hal ini masih bersifat pengamatan sehingga belum dapat menentukan dengan pasti apakah benar-benar meningkatkan resiko stroke.

Demensia

Penelitian mengenai pemanis buatan dengan stroke ditemukan terhubung dengan demensia. Namun seperti halnya dengan stroke, hal ini membutuhkan penelitian lanjutan.

Apakah Pemanis Buatan Lebih Baik Daripada Gula?

Mengkonsumsi terlalu banyak gula telah diketahui sangat berbahaya. Hal ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko karies gigi, obesitas, diabetes tipe 2, kesehatan mental yang rendah dan tanda-tanda risiko penyakit jantung. Asupan gula tambahan pun harus dibatasi karena berhubungan dengan risiko kesehatan.

Disisi lain pemanis buatan masih diangap sebagai pilihan yang aman bagi kebanyakan orang. Membantu mereka yang ingin menurunkan berat badan dan yang ingin mengurangi konsumsi gula setidaknya untuk jangka waktu yang pendek.

Namun ada beberapa bukti yang menghubungkan asupan tinggi pemanis buatan dalam jangka panjang dapat menjadi peningkatan risiko diabetes tipe 2. Mungkin pilihan yang sehat adalah dengan mengurangi konsumsi gula dan membatasi penggunaan pemanis buatan.

Apakah Pemanis Buatan Adalah Pilihan Yang Baik?

Menggunakan pemanis buatan dalam jangka pendek belum terbukti dapat berbahaya. Pemanis buatan dapat membantu untuk orang yang ingin mengurangi asupan kalori dan melindungi gigi dari konsumsi gula.

Namun penggunaan dalam jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus kita. Meskipun masih terdapat pro dan kontra mengenai pemanis buatan ini, pilihan adalah tergantung kepada kamu sendiri.

Kamu tahu batasan yang baik untuk tidak menggunakan pemanis buatan secara berlebihan karena tidak baik bila digunakan dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *