Protein Kedelai Apakah Baik Untuk Kesehatan?

Susu kedelai populer bagi orang-orang yang alergi terhadap laktosa susu sapi (intoleransi laktosa) juga populer dikalangan orang-orang yang menghindari mengkonsumsi produk susu dari sumber hewani.

Kedelai dapat diolah menjadi berbagai macam produk seperti susu kedelai, tahu, tempe, kecap dan lainnya. Susu kedelai adalah salah satu produk kedelai yang telah mengalami pemrosesan sehingga menjadi cairan yang bisa diminum.

Protein dalam kedelai sering dianggap baik bagi kesehatan untuk mengisi nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Tapi sebagian orang beranggapan bahwa protein kedelai tidak baik untuk kesehatan. Benarkah protein kedelai baik bagi kesehatan atau sebaliknya?.

Apakah Protein Kedelai Baik Atau Buruk Untuk Kesehatan?

Fakta Nutrisi

Sebelum itu mari kita ketahui terlebih dahulu fakta nutrisi yang ditawarkan oleh kedelai. Kedelai yang diolah menjadi bubuk protein kedelai mengandung sangat sedikit lemak dan kolesterol.

Bubuk isolat protein kedelai digunakan untuk membuat formula bayi sebagai pengganti susu ibu atau susu dari sapi. Bubuk protein kedelai mengandung nutrisi sebagai berikut :

  • Kalori
  • Lemak
  • Karbohidrat
  • Serat
  • Protein
  • Besi
  • Fosfor
  • Tembaga
  • Mangan

Meski itu merupakan sumber protein yang terkonsentrasi, bubuk isolat protein kedelai juga mengandung phytates yang dapat mengurangi penyerapan mineral.

Membantu Membangun Otot

Protein kedelai adalah protein lengkap, yang berarti mengandung semua asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh Anda dan sangat diperlukan dari asupan makanan.

Asam amino mempunyai peran penting dalam sintesis protein otot. Dan Asam Amino Rantai Cabang (AARC) adalah yang paling penting diperlukan untuk membangun otot.

Satu penelitian diketahui bahwa orang-orang yang minum 5,6 gram AARC setelah latihan resistensi akan memiliki peningkatan besar dalam sintesa protein di otot yaitu sekitar 22% daripada orang-orang yang diberi plasebo.

Leusin AARC mengaktifkan jalur yang mendorong sintesis protein otot dan membantu membangun otot. Dibandingkan dengan protein whey dan kasein, protein kedelai menetap di suatu tempat diantara sintetis protein otot.

Satu penelitian menunjukkan bahwa kedelai memiliki kadar protein whey yang lebih rendah dalam hal sintesis protein untuk otot, tetapi menghasilkan performa yang lebih baik daripada kasein. Peneliti menyimpulkan bahwa ini bisa terjadi akibat tingkat pencernaan atau konten leusin.

Sebuah studi review menemukan bahwa protein whey mendukung sintesis protein otot lebih baik daripada protein kedelai pada orang usia muda atau orang dewasa yang lebih tua.

Kedelai juga bermanfaat jika dikombinasikan dengan protein lain, misalnya menggabungkan protein susu dan kedelai dapat menghasilkan sintesis protein otot yang lebih besar daripada hanya whey, kasein atau kedelai saja.

Membantu Menurunkan Berat Badan

Penelitian menunjukkan bahwa makanan tinggi protein dapat membantu menurunkan berat badan bahkan tanpa membatasi kalori atau nutrisi. Namun hal ini menghasilkan beragam kemungkinan mengenai hubungan antara protein kedelai dan penurunan berat badan, karena penelitian yang dilakukan adalah penelitian campuran.

Beberapa penelitian menunjukkan, protein kedelai dapat meningkatkan penurunan berat badan yang sama efektifnya dengan protein hewani. Secara keseluruhan, mengkonsumsi protein kedelai untuk menurunkan berat badan mungkin bervariasi, bisa menunjukkan hasil berat badan menjadi menurun namun tidak sekuat protein lain seperti whey dan kasein.

Manfaat Kesehatan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan menambahkan protein kedelai dalam makanan Anda dapat menyediakan berbagai manfaat untuk kesehatan. Salah satunya yaitu mengkonsumsi kedelai dapat memberikan efek positif pada kesehatan jantung.

Dalam review terhadap 35 penelitian, konsumsi kedelai dapat menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Sementara itu review lain menunjukkan bahwa dengan mengganti protein hewani dengan 25 gram atau lebih protein kedelai dapat mengakibatkan penurunan total kadar kolesterol buruk (LDL) dan kadar trigliserida.

Banyak penelitian observasional telah melihat efek perlindungan dari makanan tinggi protein kedelai. Namun masih belum diketahui secara pasti apakah ini juga berlaku pada bubuk isolat protein kedelai atau protein nabati lain yang terbuat dari kacang kedelai.

Mengenai manfaat protein kedelai terhadap kanker, penelitian memperlihatkan hasil yang beragam. Beberapa pengamatan dan penelitian kasus memperlihatkan mengkonsumsi kedelai bermanfaat menurunkan resiko kanker payudara.

Namun penelitian lain tidak menunjukkan manfaat kedelai untuk kanker ini. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan, mengkonsumsi kedelai merangsang produksi sel di payudara dengan cepat pada wanita premenopause hal ini memungkinkan peningkatan resiko terkena kanker payudara.

Penelitian kedelai terhadap kesehatan laki-laki memperlihatkan bahwa mengkonsumsi makanan berbahan kedelai dapat mengurangi resiko kanker prostat terutama pada laki-laki yang lebih tua.

Namun uji klinis mengenai efek ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Selain itu banyak penelitian yang dilakukan berdasarkan pada makanan berbahan kedelai bukan bubuk protein kedelai.

Namun protein kedelai dapat berfungsi sebagai sumber protein nabati yang baik dan memberikan gizi penting bagi orang-orang yang tidak mengkonsumsi protein hewani seperti orang-orang vegetarian.

Kemungkinan Resiko

Sebagian besar orang khawatir mengkonsumsi kedelai karena protein kedelai mengandung phytates yang juga dikenal sebagai antinutrien, ini dapat mengganggu penyerapan mineral di dalam tubuh. Selain itu ada juga kekhawatiran akan mempengaruhi fungsi tiroid seseorang.

Isoflavon dalam kedelai berfungsi sebagai goitrogens yang dapat mengganggu fungsi tiroid dan produksi hormon. Tapi beberapa penelitian telah menunjukkan kedelai hanya memberi efek yang sangat ringan pada fungsi tiroid pada manusia.

Banyak orang juga menghindari protein kedelai dengan alasan lain yaitu karena kandungan phytoestrogen dalam kedelai, mereka khawatir phytoestrogen dapat mengganggu kadar hormon alami dalam tubuh.

Phytoestrogen adalah senyawa yang terjadi secara alami pada tumbuhan dan memiliki sifat seperti estrogen yang mengikat reseptor estrogen dalam tubuh dan kedelai adalah sumber makanan ini.

Bubuk protein kedelai terbuat dari kedelai yang dibilas dengan alkohol dan air sehingga menghilangkan sebagian besar kandungan phytoestrogen didalamnya.

Demikian pula banyak orang yang khawatir bahwa protein kedelai dapat menurunkan kadar testosteron mereka, tapi ini tidak didukung berdasarkan penelitian.

Meskipun ada beberapa kemungkinan resiko potensial dengan makan kedelai tapi bukti cukup lemah dan menyarankan bahwa kebanyakan orang dapat mengkonsumsi kedelai tanpa masalah.

Secara keseluruhan kedelai sebenarnya aman dikonsumsi untuk kebanyakan orang dan memberikan manfaat kesehatan salah satunya dapat membantu menurunkan berat badan.