Tanda-tanda Jika Anda Memiliki Intoleransi Gluten

Sebagian orang mungkin menunjukkan reaksi yang berbeda ketika mereka memakan makanan yang mengandung gluten. Untuk itu kenali beberapa gejalanya berikut ini apakah anda pernah mengalaminya?. Jika anda pernah mengalaminya kemungkinan besar anda memiliki intoleransi gluten.

Tanda-tanda Paling Umum Yang Menunjukkan Intoleransi Gluten

Gluten adalah sebuah protein yang biasanya dapat ditemukan pada gandum, jelai atau barley dan gandum hitam. Pada umumnya gluten aman dikonsumsi.

Namun ada sebagian orang yang mengalami gangguan kesehatan bila mengonsumsi gluten atau gandum, gangguan ini disebut intoleran terhadap gluten. Penyakit Celiac adalah bentuk paling parah intoleransi gluten.

Berikut ini tanda-tandanya :

Kembung

Kembung adalah perasaan dimana perut terasa seolah-olah bengkak atau penuh dengan gas yang muncul setelah makan. Meskipun kembung ini juga mungkin merupakan gejala atau tanda-tanda dari berbagai macam penyakit lain, namun kembung dapat terjadi akibat intoleransi gluten.

Diare, sembelit dan kotoran sangat bau

Diare dan sembelit terkadang normal terjadi, namun perlu diwaspadai dan menjadi perhatian ketika diare atau sembelit terjadi secara teratur. Orang dengan penyakit celiac mengalami peradangan dalam usus setelah makan makanan mengandung gluten.

Ini terjadi akibat lapisan usus yang menyerap nutrisi makanan mengalami gangguan pencernaan yang signifikan sehingga sering terjadi diare atau sembelit. Orang dengan penyakit celiac mungkin mengalami tinja pucat dan sangat berbau. Gluten juga dapat menyebabkan gejala pencernaan pada beberapa orang yang tidak menderita penyakit celiac.

Sakit perut

Sakit perut merupakan gejala paling umum dari intoleransi gluten, ini dialami oleh sekitar 83 persen sebagian besar orang yang memiliki intoleran gluten. Mereka akan mengalami sakit perut dan perasaan tidak nyaman setelah makan gluten.

Sakit kepala

Orang yang memiliki intoleransi gluten lebih rentan mengalami migrain daripada orang lain. Meskipun migrain terkadang dapat menyerang siapa saja. Jika anda memiliki sakit kepala yang sering terjadi tanpa sebab apapun yang jelas, kemungkinan anda sensitif terhadap gluten atau intoleransi gluten.

Mudah lelah

Jika anda sering merasa mudah sekali lelah, maka anda harus menyelidiki apa kemungkinan penyebabnya. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah intoleransi gluten. Sebab orang yang mengalami intoleransi gluten sangat mudah merasa lelah terutama setelah memakan produk makanan yang mengandung gluten.

Selain itu anemia defisiensi besi dapat terjadi akibat intoleransi gluten yang juga menyebabkan sering mengalami kelelahan dan kekurangan energi.

Masalah kulit

Intoleransi gluten juga dapat mempengaruhi kulit anda. Kondisi kulit akibat kondisi ini adalah dermatitis herpetiformis. Dan juga sebagai manifestasi dari penyakit celiac.

Orang yang sensitif terhadap gluten hanya sedikit yang menunjukkan penyakit celiac. Selain itu beberapa penyakit kulit lainnya juga menunjukkan kemajuan saat menjalani diet bebas gluten, yaitu :

Psoriasis

Penyakit radang kulit ini ditandai dengan scaling dan kemerahan pada kulit.

Alopecia areata

Penyakit autoimun ini muncul sebagai jaringan parut bebas yang menimbulkan rambut rontok.

Urtikaria kronis

Suatu kondisi kulit yang ditandai dengan lesi yang berulang, gatal, merah muda atau kemerahan dengan pusat yang pucat.

Depresi

Depresi umum mempengaruhi orang dewasa, gejala depresi dapat mengakibatkan perasaan putus asa dan kesedihan. Dan orang-orang yang mengalami masalah pencernaan lebih rentan terhadap kecemasan dan depresi dibandingkan dengan orang yang sehat. Terutama pada orang yang memiliki penyakit celiac.

Ada beberapa teori mengapa intoleransi gluten dapat mengakibatkan depresi, yaitu :

Kadar serotonin abnormal

Serotonin adalah neurotransmitter yang memungkinkan sel untuk berkomunikasi. Umumnya dikenal sebagai salah satu hormon yang menimbulkan perasaan bahagia. Jika jumlah serotonin menurun hal inilah yang berkaitkan dengan munculnya depresi.

Perekat exorphins atau exorphin gluten

Peptida ini terbentuk selama pencernaan dari beberapa protein gluten. Mereka dapat mengganggu sistem saraf pusat yang dapat meningkatkan risiko depresi.

Perubahan mikrobiota usus

Peningkatan jumlah bakteri berbahaya dan penurunan jumlah bakteri menguntungkan dapat mempengaruhi sistem saraf pusat serta meningkatkan risiko terjadinya depresi.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa orang-orang yang depresi dengan mengurangi konsumsi makanan mengandung gluten membuat mereka merasa lebih baik meskipun gejala masalah pencernaan mereka belum sembuh.

Penurunan berat badan yang tidak jelas

Perubahan berat badan yang tidak terduga harus menjadi perhatian karena ini dapat menandakan anda mengidap suatu penyakit serius atau memiliki intoleransi gluten. Terutama orang yang terdiagnosis penyakit celiac akan kehilangan dua pertiga berat badannya dalam enam bulan menjelang diagnosis mereka.

Masalah gangguan pencernaan dan gangguan penyerapan nutrisi adalah salah satu gejala yang dialami oleh penderita celiac, pada akhirnya berpengaruh pada kehilangan berat badan.

Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah masalah kekurangan gizi yang paling umum terjadi. Kekurangan zat besi menyebabkan beberapa gejala yaitu volume darah rendah, kelelahan, sesak napas, pusing, sakit kepala, kulit pucat dan kelemahan.

Penyakit celiac, mengganggu penyerapan nutrisi di usus besar sehingga mengurangi jumlah zat besi yang diserap dari makanan. Anemia defisiensi zat besi menunjukkan gejala pertama penyakit celiac.

Kecemasan

Kecemasan ini merupakan suatu perasaan khawatir, kegelisahan dan agitasi yang juga sering diderita oleh orang yang mengalami depresi. Orang yang intoleransi gluten terlihat menjadi lebih rentan terhadap gangguan kecemasan dan kepanikan daripada orang-orang yang sehat.

Gangguan autoimun

Penyakit Celiac adalah penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang saluran pencernaan setelah mengkonsumsi gluten. Memiliki penyakit autoimun membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit autoimun lainnya seperti penyakit autoimun tiroid.

Selain itu gangguan autoimun beresiko mengembangkan gangguan emosi yang tidak stabil dan depresi. Namun sensitivitas terhadap gluten non-celiac tidak berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan autoimun, malabsorpsi atau kekurangan gizi.

Nyeri otot

Ada teori yang mengatakan bahwa orang-orang dengan penyakit celiac memiliki sistem saraf over-sensitive atau terlalu sensitif yang ditentukan secara genetis. Oleh karena itu orang dengan penyakit celiac memiliki ambang batas lebih rendah untuk mengaktifkan sensor neuron yang menyebabkan rasa sakit pada otot dan sendi.

Paparan gluten dapat menyebabkan peradangan pada orang yang intoleransi gluten. peradangan ini dapat menyebabkan rasa sakit yang lebih luas dalam sendi dan otot.

Kaki atau tangan kebas (mati rasa)

Gejala lain intoleransi gluten adalah neuropati yaitu mati rasa atau kesemutan di lengan dan kaki. Kondisi ini lebih umum terjadi pada orang dengan diabetes dan orang yang kekurangan vitamin B12. Keracunan dan konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan gejala ini.

Orang yang memiliki penyakit celiac dan sensitif terhadap gluten beresiko lebih tinggi mengalami kebas atau mati rasa pada kaki dan tangan.

Brain Fog atau Kabut pada otak

Brain fog (otak berkabut) adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi sulit konsentrasi atau tidak fokus, mudah terdistraksi, pelupa, dan gangguan proses berpikir lainnya.

Gejala otak berkabut ini juga menunjukkan adanya intoleransi gluten. Kemungkinan ini disebabkan sebagai reaksi terhadap antibodi tertentu dalam gluten.

Namun perlu anda ingat bahwa beberapa gejala yang telah disebutkan diatas mungkin juga dapat disebabkan oleh masalah atau penyakit lain. Memerlukan bantuan medis dan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi atau diagnosis yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *