Terlalu Banyak Konsumsi Gula Dapat Menyebabkan Depresi

Makanan manis memang sangat menggoda sekali untuk dicicipi. Namun Anda sebaiknya berhati-hati untuk tidak berlebihan mengkonsumsi makanan yang mengandung gula.

Mengapa? karena gula dapat mempengaruhi suasana hati menjadi buruk,  Jadi jika Anda tidak membatasi makanan bergula maka hal ini dapat meningkatkan resiko Anda terkena depresi. Untuk lebih jelasnya Anda perlu mengetahui berikut ini.

Gula Dan Depresi

Makan makanan manis bagi sebagian orang dapat menyebabkan perasaan menjadi senang dan bahagia sehingga meredakan stres atau tekanan yang dialami. Namun bukan berarti makanan manis tidak masalah jika dikonsumsi berlebihan terutama ketika Anda sedang stres.

Gula yang terdapat pada makanan alami seperti buah-buahan, biji-bijian dan sayuran adalah sumber karbohidrat kompleks alami yang sehat.

Namun makanan yang mengalami proses olahan dengan kandungan tinggi gula seperti pasta, kue, kukis, roti, soda dan permen, ini dapat menimbulkan masalah pada kesehatan.

Konsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan resiko terkena depresi, gangguan suasana hati dan masalah kesehatan kronis lain.

Bagaimana Gula Berkaitan Dengan Depresi

Karbohidrat olahan berkaitan dengan depresi

Periset di London menemukan bahwa makanan utuh yang kaya karbohidrat alami seperti buah-buahan, sayuran dan ikan dapat menurunkan depresi pada usia paruh baya.

Penelitian mereka juga menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi makanan olahan seperti makanan manis hidangan penutup, gorengan dan daging olahan beresiko lebih besar didiagnosis menderita depresi bila dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi makanan utuh tanpa olahan.

Nah jika Anda menyukai makanan olahan manis misalnya kue, cake, kukis, brownies, minuman soda dan lainnya maka mulailah untuk menggantinya dengan buah-buahan, salad, sayuran, ikan untuk kesehatan pencernaan, jantung dan otak, ini juga menghindari Anda terkena depresi dan penyakit kronis.

Gula lebih bersifat adiktif daripada kokain

Penelitian terhadap hewan yaitu tikus telah ditemukan bahwa reseptor manis di otak tidak dapat beradaptasi pada kadar gula tinggi yang konstan. Rasa manis yang intens dapat merangsang pusat penghargaan di otak yang terasa lebih menyenangkan daripada kokain. Bahkan lebih kuat daripada orang yang kecanduan obat narkotika.

Ini dapat diartikan bahwa kadar gula tinggi memiliki efek yang lebih kuat daripada kokain. Mekanisme kontrol diri manusia tidak dapat mengatasi kekuatan gula.

Gula berkaitan dengan peradangan

Makanan yang kaya buah-buahan dan sayuran dapat mengurangi peradangan dalam jaringan tubuh sedangkan makanan yang tinggi karbohidrat olahan dapat meningkatkan peradangan. Peradangan kronis dikaitkan dengan kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan metabolisme, kanker dan asma.

Menurut penelitian peradangan juga berkaitan dengan depresi. Gejala peradangan yang umumnya juga menunjukkan depresi adalah :

  • Hilangnya nafsu makan
  • Perubahan dalam pola tidur
  • Peningkatan rasa sakit atau nyeri

Mengapa seseorang mengalami depresi kemungkinan salah satu penyebabnya adalah terjadinya peradangan dalam tubuh orang tersebut, selain faktor-faktor lain yang juga mempengaruhinya. Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas maka segeralah menemui dokter.

Insulin membantu mengobati depresi

Dalam satu penetitian ditemukan bahwa orang yang mengalami gangguan depresi Mayor dan resistensi insulin menunjukkan mengalami perbaikan gejala depresi mereka ketika diberi obat untuk diabetes selama 12 minggu. Efek ini terlihat sangat efektif pada pasien yang berusia muda.

Namun ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menggunakan insulin atau pengobatan diabetes terhadap orang-orang yang mengalami depresi.

laki-laki beresiko lebih tinggi

Laki-laki lebih rentan terhadap efek kesehatan mental yang diakibatkan dari konsumsi gula berlebih daripada wanita. Penelitian menemukan bahwa laki-laki yang mengkonsumsi 67 gram gula atau lebih perhari sebesar 23% lebih memungkinkan terkena depresi setelah 5 tahun.

Sedangkan untuk laki-laki yang mengkonsumsi kurang dari 40 gram gula sehari memiliki resiko lebih rendah. Pria juga makan lebih banyak kalori dari gula dalam sehari daripada wanita.

The American Heart Association merekomendasikan untuk orang dewasa agar mengkonsumsi gula tidak lebih dari 25 gram untuk wanita dan 36 gram untuk pria setiap harinya.

Perhatikan label kemasan dalam setiap produk makanan yang Anda beli. Karena makanan gurih, saus atau makanan sehat seperti yogurt bisa saja mengandung gula tambahan.

Perhatikan jenis karbohidratnya bukan kuantitasnya

Maksudnya adalah mengurangi gula bukan berarti Anda perlu mengurangi asupan karbohidrat. Satu penelitian dengan melihat kuantitas dan kualitas dari karbohidrat yang dikonsumsi oleh hampir 70.000 wanita menopause di Amerika.

Penelitian ini menerapkan analisis Indeks Glikemik untuk setiap makanan yang mereka konsumsi. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa wanita yang makan makanan tinggi Indeks Glikemik memiliki risiko lebih tinggi terhadap depresi daripada wanita yang makan makanan rendah Indeks Glikemik.

Wanita yang makan makanan rendah Indeks Glikemik dalam jumlah yang lebih banyak seperti sayuran dan buah-buahan yang tidak di jus diketahui memiliki resiko yang lebih rendah untuk depresi.

Ini berarti bahwa karbohidrat pada umumnya tidak sebagai penyebab depresi dan gangguan kesehatan mental lainnya, tapi sebaliknya kualitas karbohidrat yang Anda makanlah yang mempengaruhi resiko Anda terkena depresi.

Makanan yang dipanggang komersial

Makanan ini contohnya muffin, kue, croisant dan makanan komersial lainnya yang melalui proses pemanggangan. Makanan ini tidak diragukan lagi terasa lezat dilidah tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat memicu depresi.

Para peneliti melihat asupan lemak trans yang mungkin berperan meningkatkan resiko terjadinya peradangan dan meningkatkan resiko penyakit jantung serta serangan jantung. Makanan yang tinggi kandungan lemak trans umumnya dapat kita jumpai pada makanan panggangan komersial.

Anda sebaiknya membaca label makanan untuk mengetahui apakah makanan tersebut mengandung lemak trans atau tidak. Atau Anda bisa lebih fokus pada makanan yang tidak terdapat bahan-bahan buatan atau lemak trans.

Merubah gaya hidup Anda adalah penting untuk mengurangi konsumsi gula yang beresiko pada kesehatan tubuh dan mental. Mengisi menu harian Anda dengan makanan seperti :

  • Buah-buahan
  • Sayuran
  • Daging tanpa lemak
  • Semua biji-bijian
  • Olahraga juga diperlukan

Dengan melakukan kombinasi ini Anda dapat memperoleh hidup sehat dengan meminimalkan asupan gula dan terhindar dari masalah kesehatan atau depresi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *