Yuk Ketahui Sejarah Warna Biru

Hai semua, siapa yang tidak menyukai warna biru? saya yakin pasti sebagian besar orang menyukai warna ini. Saya sendiri juga termasuk penyuka warna biru lho. Warna biru identik dengan warna yang menghiasi langit dan lautan luas. Bagi saya memandang langit yang luas dan berwarna biru membuat hati saya tenang dan damai, ada yang sama dengan saya?.

Nah kali ini saya mau membahas mengenai sejarah warna favorit saya -dan warna favorit sebagian orang- yaitu warna biru. Mau tahukan sejarah warna biru? simak terus ya.

Sejarah Warna Biru

Orang-orang zaman dahulu dipercaya oleh para ilmuwan belum mengenal dengan warna biru atau belum menemukan kata-kata yang dapat menggambarkan warna itu. Dahulu orang-orang hanya mengenal warna hitam, putih, merah, kuning dan hijau. Karena mereka belum menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan warna biru, orang-orang zaman dahulu menggambarkan laut sebagai laut merah angur.

Warna Biru Mesir

Mesir kuno adalah yang pertama kali mengetahui cara membuat pigmen permanen berwarna biru, mereka menggunakan warna biru untuk seni dekoratif. Warna biru terus berkembang selama 6000 tahun berikutnya.

Warna biru Mesir ini diciptakan sekitar 2.200 SM, dibuat dari batu kapur tanah yang dicampur pasir dan mineral yang mengandung tembaga seperti azurite atau perunggu. Kemudian dipanaskan dengan suhu antara 1470 dan 1650 F. Hasilnya adalah kaca biru buram yang kemudian dihancurkan dan digabungkan dengan agen penebalan seperti putih telur untuk membuat cat tahan lama atau glasir.

Orang Mesir memandang tinggi warna biru. Mereka menggunakannya untuk melukis keramik, patung dan bahkan untuk menghias makam firaun. Warna biru ini populer dan tetap digunakan sampai periode akhir Yunani-Romawi ketika metode produksi warna mulai berkembang.

Ultramarine

Sejarah terciptanya warna biru laut atau ultramarine dimulai sekitar 6.000 tahun yang lalu ketika batu permata semi mulia lapis lazuli mulai di impor oleh orang Mesir dari pegunungan Afghanistan. Orang-orang Mesir tidak berhasil mengubah warna lapis lazuli ini menjadi cat lukisan. Lalu mereka menggunakan lapis lazuli untuk perhiasan dan sebagai hiasan kepala.

Lapis lazuli juga dikenal sebagai “true blue”. Mulai digunakan sebagai pigmen pada abad ke-6. Digunakan pada lukisan budha di Bamiyan, Afganistan. Biru laut atau ultramarine dalam bahasa latinnya ultramarinus berarti “di luar laut”.

Sejak pigmen warna biru ini diimpor ke Eropa melalui pedagang Italia pada abad ke 14 dan 15, warna biru bangsawan memiliki kualitas mendalam yang sangat dicari oleh para seniman pada abad pertengahan di Eropa. Untuk mendapatkannya haruslah orang yang benar-benar kaya karena pada zaman itu pigmen warna biru sama berharganya seperti emas.

Biru laut hanya disediakan untuk pelaksanaan atau komisi yang paling penting saja, dan tetap sangat mahal sampai akhirnya biru laut sintetis diciptakan pada tahun 1826 oleh seorang kimiawan berkebangsaan Perancis, yang diberi nama “Perancis Ultramarine”.

Biru Kobalt

Kembali ke abad ke-8 dan 9, biru kobalt digunakan untuk warna keramik dan perhiasan. Terutama di China menggunakan motif porselen berwarna khas biru dan putih. Biru kobalt yang lebih murni berbasis alumina ditemukan oleh ahli kimia Perancis Louis Jacques Thénard tahun 1802. Pada tahun 1807 dimulai produksi secara komersial di Perancis.

Pelukis seperti J.M.W Turner, Pierre Auguste Renoir dan Vincent Van Gogh mulai menggunakan pigmen baru ini sebagai alternatif pengganti ultramarine yang mahal.

Cerulean

Cerulean pada dasarnya terdiri dari kobalt magnesium stannate, yang kemudian warna biru cerulean disempurnakan oleh Andreas Höpfner di Jerman pada tahun 1805 dengan memangang kobalt dan timah oksida.

Namun, warna ini tidak tersedia sebagai pigmen artistik sampai dijual oleh Rowney dan Company atas nama coeruleum pada tahun 1860.

Indigo

Meskipun warna biru sangat mahal untuk digunakan dalam lukisan namun bisa menjadi lebih murah jika digunakan untuk tekstil yang hampir rusak. Tidak seperti lapis lazuli yang langka pewarna baru yang disebut dengan indigo ini berasal dari tanaman yang banyak tumbuh disebut tanaman Tarum.

Pewarna indigo digunakan dalam tekstil sangat populer di Inggris, digunakan untuk pewarna pakaian yang dikenakan oleh pria dan wanita dari semua latar belakang sosial. Hingga tahun 1880 pewarna indigo sintetis dikembangkan dan pigmen ini masih digunakan sampai saat ini untuk mewarnai celana jeans biru.

Navy

Navy blue atau bisa juga dikenal sebagai warna biru laut. Warna biru yang paling gelap ini diadopsi dari warna seragam angkatan laut Kerajaan Inggris yang dipakai oleh petugas dan pelaut dari tahun 1748. Warna seragam mereka diciptakan menjadi lebih gelap sampai hampir mendekati warna hitam bertujuan untuk menghindari warnanya agar tidak cepat memudar.

Pewarna nila adalah dasar untuk warna biru tua yang berasal dari abad ke-18

Prusia

Biru prusia dikenal sebagai Berliner Blau, ditemukan secara tidak sengaja oleh pembuat pewarna rambut Jerman bernama Johann Jacob Diesbach. Diesbach bekerja membuat warna merah baru, salah satu bahan pembuatnya yaitu kalium, tanpa sengaja bersentuhan dengan darah binatang. Bukannya menghasilkan warna merah yang baru ternyata darah binatang menciptakan reaksi kimia yang mengejutkan dengan menghasilkan warna biru yang cerah.

Pigmen biru prusia ini tidak hanya digunakan dalam lukisan tapi setelah warna ini ditemukan memiliki kepekaan unik terhadap cahaya, oleh astronom Sir John Herschel, warna ini juga merupakan warna yang sempurna untuk membuat salinan dari gambar.

Penemuan ini memberi manfaat yang berharga bagi arsitek yang bisa membuat salinan rencana dan desain mereka. Sekarang ini dikenal dengan “cetak biru”.

Biru Klein Internasional

Seniman Perancis Yves Klein telah mengembangkan warna biru laut versi matte yang ia anggap sebagai warna biru terbaik dari semua. Warna ini terdaftar sebagai Biru Klein Internasional (International Klein Blue) sebagai merk dagang dan warna antara tahun 1947 dan 1957.

Penemuan Baru YInMn


Tahun 2009 telah ditemukan warna biru yang baru oleh Profesor Mas Subramanian dan mahasiswa pasca sarjananya Andrew E. Smith di Universitas Negeri Oregon. Dinamai YInMn biru dengan komposisi kimia Itrium, indium dan mangan, mereka merilis pigmen ini untuk penggunaan secara komersial pada Juni 2016.

Nah berikut ini fakta mengejutkan tentang warna biru yang kamu perlu tahu nih. Tetap simak terus ya.

– Biru adalah warna simbolis revolusi Perancis. Perancis pernah mengalami kesulitan mempertahankan pasokan yang cukup banyak untuk pewarna indigo agar penjaga militer berpakaian warna biru. Pada tahun 1829 pasukan militer diperintahkan untuk memakai celana merah sebagai gantinya. Namun mereka kembali beralih ke biru pada tahun 1915 setelah celana merah cerah mereka menyebabkan korban massal pada tahun pertama dari peperangan besar mereka.

– Orang Romawi dan Yunani Kuno sangat langka menggunakan warna biru, sehingga para peneliti pada tahun 1800-an mengira apakah bangsa Yunani dan Romawi bisa melihat warna biru.

– Warna biru pernah dianggap sebagai warna yang melambangkan kejujuran, sama seperti warna putih, hitam, abu-abu dan coklat.

– Penulis novel The Sorrows of Young Werther yang bernama Goethe mempopulerkan karakter pria muda dengan memakai mantel biru dengan rompi dan celana kuning. Goethe melihat warna kuning dan biru dengan makna yang berlawanan seperti yang kita kenal. Baginya warna biru melambangkan sikap positif yaitu hangat, aktif dan cerah. Sementara warna kuning melambangkan sikap negatif seperti pasif, lemah dan dingin.

– Di Amerika lebih dari setengah jumlah orang dewasa disana mengatakan warna biru adalah warna favorit mereka.

Nah, bagaimana guys sudah tahukan sejarah warna biru?.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *